
grafis Kronologi Meninggalnya Bocah Gizi Buruk
JawaPos.com – Air mata Anton Syarifudin tumpah di Ruang Anggrek RSUD Ibnu Sina. Kakak tiri Muhammad Putra Abimayu tersebut tidak kuasa menahan tangis mendapati adiknya yang sudah tidak bernyawa. Dia shock.
Tanda-tanda kepergian Putra untuk selamanya itu sudah terlihat. Sejak Sabtu (27/5), kondisi Putra menurun. Bocah 7 tahun yang menderita gizi buruk tersebut sempat koma. Kadar kalium dalam darahnya turun drastis. Dia kena hipokalemia.
Selain itu, putra almarhum Yasin dan Atim Wijiastutik itu mulai tidak nafsu makan. ”Sudah tidak mau makan (sejak Sabtu, Red),” ungkap Sukadi, kakek Putra yang dari awal menemaninya di rumah sakit.
Selama dua hari dirawat di RSUD Ibnu Sina, Putra menghabiskan 8 kantong infus dan 1 kantong darah untuk tranfusi. Meski begitu, kondisinya tidak kunjung membaik. Itu terjadi karena komplikasi berbagai penyakit dalam tubuhnya.
Selain berstatus gizi buruk, Putra menderita sepsis. Yaitu, kondisi saat infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh. Ditambah lagi, ada virus tuberkulosis (TB) yang merusak kelenjar getah beningnya.
Dari pagi hingga malam, Putra tidak mengonsumsi apa pun. Hanya cairan infus dan tranfusi darah yang masuk ke tubuhnya. Setiap kali ditawari makan, dia selalu menolak. Dia merengek seperti kesakitan. Sukadi tidak bisa memaksa cucunya untuk makan. Dia tidak tega.
Tepat pukul 02.00 dini hari, Putra kembali merengek. Ada tangis yang tertahan oleh tubuhnya yang lemah. Napasnya tersengal-sengal. Sukadi panik dan meminta bantuan. Ketika perawat datang, Putra sudah tidak sadar. Namun, nadinya masih berdenyut.
Pagi hari, napas Putra tersengal-sengal lagi. Kondisinya kian menurun. Tepat pukul 11.22 Putra mengembuskan napas terakhir. Dia meninggal. Tangis harus pecah di ruang perawatan. Keluarga sangat kehilangan. Sebab, meski kondisi Putra sudah sangat parah, kakek, bibi, kakak tiri, maupun famili yang lain masih berharap dia sembuh. Bahkan, keluarganya sudah siap menyekolahkan Putra di Surabaya.
Namun, nasib berkata lain. Putra yang masih tanpa dosa itu akhirnya dipanggil Yang Maha Kuasa. ”Semoga diterima di sisi-Nya,” ucap Sukadi. Pukul 15.00 jenazah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Wates Tanjung, Kecamatan Wringinanom.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ibnu Sina dr Wiwik Tri Rahayuningsih mengungkapkan, kondisi Putra memang sulit tertangani. Sepsis yang diderita sudah merusak seluruh jaringan tubuhnya. Selain itu, ada kondsi lain yang melemahkan daya tahan tubuhnya. ”Imunitasnya turun drastis,” ungkapnya.
Wiwik menyatakan, rumah sakit sudah berupaya menangani dengan maksimal. Namun, kondisi Putra buruk sejak tiba di IGD RSUD Ibnu Sina. Banyak komplikasi yang diderita.
Kondisi tersebut membuat organ tubuh Putra tidak mampu menanggulanginya. Meski sudah ditangani, kondisi klinisnya kian menurun. ”Semuanya menurun total. Hingga akhrinya tidak tertolong,” tuturnya. (adi/c20/roz)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
