Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Mei 2017, 03.51 WIB

Jadi Percontohan BUMDes Lain

- BANYAK INOVASI: Kepala Desa Tropodo Yusuf (dua dari kanan) bersama Benny Santoso (tiga dari kanan) melihat aktivitas di kantor BUMDes Citra Tropodo Makmur. - Image

- BANYAK INOVASI: Kepala Desa Tropodo Yusuf (dua dari kanan) bersama Benny Santoso (tiga dari kanan) melihat aktivitas di kantor BUMDes Citra Tropodo Makmur.


JawaPos.com – Hampir setiap tahun jumlah unit usaha di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Citra Tropodo Makmur, milik Desa Tropodo, Kecamatan Waru, bertambah. Kini, ada enam unit usaha yang berkembang pesat. Yakni, perdagangan, bidang jasa, perikanan, usaha industri, usaha pertanian, dan kebutuhan modal usaha.



”Tropodo memang bukan penghasil ikan, tidak ada pula lahan pertanian. Tapi, tetap ada unit usaha itu,” ujar Yusuf, kepala Desa Tropodo. Ternyata, unit usaha tersebut digunakan untuk memfasilitasi hasil pemanfaatan tanah kas desa (TKD) berupa tambak dan sawah. Tanah itu adalah milik Desa Tropodo, tapi lokasinya berada di wilayah lain.



Yusuf menyebutkan, TKD berupa tambak ada di Desa Tambak Cemandi, Sedati. Tambak 1,7 hektare tersebut difungsikan untuk budi daya bandeng dan udang. Sementara itu, TKD berupa sawah terletak di Desa Modong, Kecamatan Tulangan. Lahan 1,7 hektare tersebut ditanami dengan padi dan tebu.



Di Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Desa Tropodo, juga terdapat TKD berupa sawah 9,6 hektare. ”Kami jalin kemitraan dengan pengelola di sana,” ucap Yusuf.



Unit usaha yang lain tak kalah berkembang. ”Sangat banyak usahanya,” kata Direktur BUMDes Citra Tropodo Makmur Benny Santoso. Misalnya, jasa pembayaran online yang meliputi pembayaran listrik, air, BPJS, serta angsuran motor dan mobil.



Bahkan, lanjut Benny, unit usahanya menerima jika ada pelanggan yang hendak menyewa mobil. ”Kami memang tidak punya mobil, tapi kami bekerja sama dengan tempat persewaan. Bisa lewat sini pinjamnya,” jelasnya. Benny dan timnya juga siap memfasilitasi pelanggan yang ingin menyervis komputer.



”Beberapa bank dan Pegadaian jadi mitra kami,” terang Benny. Pegadaian, misalnya. Jika ada pelanggan yang ingin membeli motor, mobil, atau produk lain, pihaknya dapat membeli barang tersebut dari Pegadaian. Barang itu lantas dijual kembali kepada pelanggan tersebut. ”Yang mau setor atau menarik uang dari bank juga bisa di sini. Kami jalin kemitraan dengan beberapa bank,” tuturnya. Dari kemitraan itu, BUMDes mendapat keuntungan dari setiap transaksi yang dilakukan. ”Lumayan, per transaksi dapat Rp 1.500.000,” imbuhnya.



Ke depan, BUMDes yang berkantor di samping Balai Desa Tropodo itu menjalin kemitraan dengan Bulog. ”Biar bisa jual beli sembako di sini langsung. Warga nggak perlu jauh-jauh,” ujar Benny.



Selain itu, ada rencana memanfaatkan TKD di Jalan Makam, Desa Tropodo, sebagai sentra Tropodo. Lahan 5.800 meter persegi tersebut dapat difungsikan untuk perkantoran, pergudangan, serta home industry. Lokasinya sangat strategis. ”Bisa 94 unit kalau dibangun semua, tapi bertahap,” ucapnya.



Dengan mengurus BUMDes, Benny berkali-kali diundang menjadi narasumber terkait pengelolaan BUMDes. BUMDes yang dikelolanya kerap jadi percontohan. ”Hasilnya juga lumayan. Bisa menyumbang pendapatan asli desa (PAD) Rp 17 juta setahun,” tuturnya. Hingga kini, aset yang dimiliki mencapai Rp 150 juta. (uzi/c18/ai)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore