Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Mei 2017 | 02.00 WIB

Perpaduan Dua Budaya di King’s Day

AKRAB: Wakil Duta Besar Belanda Ferdinand Lahnstein (kanan) dan istri, Margriet Lahnstein (kiri), mencicipi tumpeng bersama Gubernur Jatim Soekarwo dan Nina Soekarwo. - Image

AKRAB: Wakil Duta Besar Belanda Ferdinand Lahnstein (kanan) dan istri, Margriet Lahnstein (kiri), mencicipi tumpeng bersama Gubernur Jatim Soekarwo dan Nina Soekarwo.


JawaPos.com – Jamuan makan malam di Hotel Majapahit, monumen peninggalan Belanda yang dulu bernama Hotel Oranje, dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Surabaya. Salah satunya adalah Gubernur Jatim Soekarwo yang ikut mengirimkan doa dan harapan bagi Raja Belanda Willem-Alexander yang berulang tahun ke-50.



Balai Adika Sabtu (29/4) malam diatur sedemikian rupa untuk memberikan tribute kepada sang raja yang merayakan ulang tahun pada 27 April. Saat mendongak, terlihat barisan bendera kecil berwarna oranye yang dipasang menyilang.



Beberapa tamu juga memakai ornamen berwarna senada. Tidak terkecuali Wakil Duta Besar Belanda Ferdinand Lahnstein yang mengenakan dasi oranye. Istrinya menyampirkan selendang batik oranye di bahu blus hitamnya. Mereka ditemani Sylvia Pangkey, konsul kehormatan Belanda yang bertugas sejak 1999.



Suasana perayaan Koningsdag, nama lain King’s Day, memang terbilang sederhana. Meski para tamu dijamu masakan khas dua negara, tidak ada acara atau tampilan yang spesial. Acara inti hanya diisi sambutan dari perwakilan pemerintah Belanda dan Jatim sebagai tuan rumah. Sylvia ingin mempertahankan filosofi peringatan Hari Raja. Menurut dia, hari peringatan tersebut biasanya diwarnai pesta rakyat dan bazar murah.



’’Meski begitu, momen ini sungguh spesial, terutama bagi sang raja. Pada usia 50 tahun, pria di Belanda biasanya mengalami perayaan spesial yang disebut seeing Abraham (melihat Abraham, Red),’’ ujarnya saat berpidato di podium.



Meski tidak terjadi pada sang raja, pria di Belanda biasanya melewati ulang tahun ke-50 dengan kejutan dekorasi atau yang lain dari kerabat. Karena itulah, dia berharap momen tersebut bisa membuat Kerajaan Belanda lebih berjaya pada tahun-tahun mendatang.



Sementara itu, Ferdinand sengaja menghadiri perayaan di Surabaya tersebut karena hubungan khusus Indonesia dengan Negeri Kincir Angin tersebut. ’’Baru-baru ini saya menyaksikan sendiri peresmian KRI RE Martadinata di Jakarta. Kapal tersebut merupakan kerja sama Belanda dan Indonesia yang dibuat di Surabaya,’’ jelasnya.



Menurut Ferdinand, hubungan antar-dua negara sudah berjalan berabad-abad dengan beragam dinamika. Karena itulah, dia merasa kedekatan dengan Indonesia tidak bisa ditandingi negara lain. Begitu pula Surabaya. Menurut dia, peran konsul kehormatan seperti Sylvia menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan diplomatik. ’’Saya berterima kasih sekali kepada Ibu Sylvia yang sangat berdedikasi. Apalagi, dia yang menyopiri saya saat baru tiba di bandara ke hotel ini,’’ ungkapnya.



Acara lantas diakhiri seremoni ala diplomat, yakni toast sampanye. Namun, Sylvia tidak ingin kehilangan budaya Indonesia dalam perayaan tersebut. Setelah potong kue, Soekarwo dan Ferdinand menyempatkan untuk memotong tumpeng dengan ornamen serbaoranye. (bil/c14/fal/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore