
Photo
JawaPos.com - Psikiater forensik Rumah Sakit dr Soetomo dr Didi Aryono Budiyono angkat bicara terkait kasus pembunuhan sadis yang menimpa Gateway Manager JnT Express Jatim Denny Ariessandi. Dia menilai pembunuhan itu sangat sadis. Tak hanya itu, Didi menduga pelaku memiliki dendam lama yang sangat kuat terhadap korban. Sebab berdasarkan hasil otopsi, Denny menderita luka tusuk tidak hanya 32, tapi sebanyak 46 kali yang tersebar di sekujur tubuhnya. Mulai dari leher, dada, punggung, hingga kepala.
Bahkan sebelum dibunuh, dokter juga menemukan bahwa Denny sempat dibekap mulutnya. Menurut Didi, bisa jadi pelaku pembunuhan memunyai rasa dendam yang berlebihan terhadap korban.
"Kalau dendam sesaat, mungkin sekali tusukan sudah selesai. Tapi ini banyak luka tusuk. Sehingga, bisa saja ini sebuah pelampiasan dendam lama dari pelaku," ungkap Didi, Jumat (24/3).
Didi menambahkan, seseorang yang melakukan kegiatan berulang-ulang seperti menusuk berulang kali, bisa dikatakan memunyai karakter kejiwaan yang dinamakan obsesif kompulsif. Artinya, pelaku sering kali berpikir dengan cara diulang-ulang yang diikuti dengan tindakan berulang-ulang.
"Tapi, faktor obsesif kompulsif tidak bisa dijadikan acuan karena banyak ragam yang membuat orang melakukan tindakan berulang. Tapi kalau menusuk orang sampai dengan 46 tusukan itu, bisa dikatakan karena rasa dendam yang terakumulasi," jelasnya.
Hal ini juga sesuai dengan dugaan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo. Sebelumnya, Ardian menduga dari cara pelaku menghabisi korban dengan menusuk sampai puluhan kali, ada motif dendam dari pelaku. "Tapi, bisa juga dilakukan spontan. Itu yang kami masih selidiki," jelas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 tersebut.
Seperti diketahui, Denny Ariessandi ditemukan tewas di Jalan Larangan, 100 meter sebelah utara Kenjeran Park Surabaya pada Kamis (23/3) pukul 05.30. Korban diduga menjadi korban pembunuhan lantaran di tubuhnya ditemukan banyak luka tusuk benda tajam.
Polisi sempat kesulitan mengetahui identitas korban karena saat ditemukan di lokasi, dompet maupun kartu identitas lain tidak ada di tubuh korban. Selain itu, mobil Xenia yang digunakan korban saat kejadian juga raib. (yua/jay)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
