Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 03.15 WIB

Kapolda Baru Fokus Jaga Jatim Tetap Kondusif, Pakai Pendekatan Humanis

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin (tiga kiri) didampingi  Direktur Jawa Pos Holding Nany Widjaja (kiri), dan Pemred Jawa Pos Nurwahid pada Senin (6/2) di kantor DBL Indonesia. - Image

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin (tiga kiri) didampingi Direktur Jawa Pos Holding Nany Widjaja (kiri), dan Pemred Jawa Pos Nurwahid pada Senin (6/2) di kantor DBL Indonesia.

JawaPos.com – Kondisi nasional yang sedang hangat tidak berdampak besar bagi Jawa Timur (Jatim). Setidaknya, sampai saat ini, situasi keamanan dan ketertiban di Jatim tetap kondusif. Itulah yang disampaikan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat bertandang ke redaksi Jawa Pos, Senin (6/2).


Menurut dia, selama sebulan menjabat, dirinya belum menemukan tanda-tanda munculnya potensi konflik yang cukup besar. Meski, bulan ini Jatim punya hajat untuk ikut dalam pilkada serentak. Yaitu, pemilihan wali kota Batu. ’’Jangka pendek yang harus disikapi ya hanya pilkada Batu itu,’’ ujar pria asli Ketintang Surabaya tersebut.


Dia menyatakan, pasukan yang dikerahkan untuk pengamanan sudah siap. Tanggung jawab utama diserahkan kepada polres setempat. Polda Jatim hanya akan mem-back up. ’’Kami cuma memantau. Nanti ada beberapa personel kami yang turun,’’ jelasnya.


Dalam kunjungan itu, Kapolda didampingi Dirbinmas Kombespol Gamar Basri, Direskrimsus Kombespol Widodo, Direskrimum Kombespol Agung Yudha Wibowo, Dirintel Kombespol Muhammad Yasin, dan Kabidpropam Kombespol Yoyon Tony Surya Putra. Dari Jawa Pos, ada Direktur Jawa Pos Holding Nany Widjaja, Direktur Pemberitaan JTV Imam Syafi’i, serta Pemimpin Redaksi Nurwahid.


Machfud menuturkan, gejolak-gejolak di kancah nasional relatif tidak terbawa ke Jatim. Belum ada tanda-tanda terjadinya tindakan radikal maupun terorisme. Ajakan untuk ikut aksi pada 11 Februari nanti di Jakarta tidak sekencang aksi 411 atau 212. Kondisi itu, menurut dia, didapatkan dari kegiatannya selama sebulan ini.


Pendekatan humanis memang terus dilakukan mantan Kadiv TI Mabes Polri tersebut. Dia bersilaturahmi dengan para tokoh daerah agar bisa turut serta menjaga kondisi Jatim. Setelah menjenguk KH Hasyim Muzadi, Machfud melakukan road show ke para sesepuh lainnya. Misalnya, KH Salahuddin Wahid dan KH Agus Ali Masyhuri. ’’Beliau-beliau ini kan para guru yang harus dihormati,’’ tuturnya.


Para ulama diminta mengajak santrinya fokus berdoa. Juga, mengurungkan niat pergi ke Jakarta yang menurutnya sarat kepentingan politik. Menurut Machfud, peran serta masyarakat sangat dominan dalam menjaga keamanan daerah. Terutama yang menghendaki kedamaian. ’’Tidak semata-mata pamer jumlah anggota dan senjata,’’ tegasnya.


Karena kondisi yang relatif aman, Polda Jatim malah diminta membantu polda lain. Setelah Polda Jatim mengirim 300 personel ke Aceh, hari ini dikirim lagi pasukan Brimob ke Jakarta. Selain itu, beberapa personel akan diperbantukan ke Papua. Mereka bakal ikut membantu mengawal keamanan hingga masa pilkada serentak usai. ’’Di ibu kota memang lebih rawan. Jatim santai saja,’’ kelakarnya diikuti gelak tawa hadirin.



Berita-berita hoax juga menjadi perhatiannya. Pihaknya saat ini disibukkan untuk menangkis akun-akun anonim yang menyebarkan kebencian. Sebab, potensinya cukup besar untuk memecah belah bangsa. ’’Paling susah itu mendeteksi yang mengunggah dan menyebarkan berita-berita itu. Tapi, kami sudah ke arah sana,’’ paparnya. (aji/c14/dos/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore