
PAKAI GEROBAK: Penghuni liponsos bersama-sama memindahkan batu paving.
Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih akan membangun gedung baru untuk menambah daya tampung. Sebelum kontraktor memulai pengerjaan, para penghuni liponsos yang mayoritas penderita gangguan jiwa itu bergotong royong membongkar lahan.
SALMAN MUHIDDIN
TIDAK semua penyandang psikosis di liponsos bisa diajak kerja bakti. Hanya yang hampir sembuh yang bisa membantu persiapan pembangunan liponsos. Jenis pekerjaannya juga simpel. Memindahkan batu paving dan pepohonan. Area pergudangan liponsos nanti menjadi kompleks barak baru. Sebab, selama ini liponsos selalu overload. Butuh bangunan baru untuk menambah daya tampung.
Awalnya hanya tiga orang yang memindahkan batu. Ada yang bertugas mencongkel batu, menarik gerobak, dan menata paving. Batu paving dipindahkan ke dekat gerbang masuk. Orang yang bertugas menata batu paving terlihat tekun mengerjakannya. Sangat rapi. Saking rapinya, dia membongkar lagi batu-batu itu bila ada yang tidak simetris. Memang memakan waktu, tapi biarlah. Namanya juga belum sembuh benar.
Tidak lama kemudian, Kepala Liponsos Keputih Sugianto menghampiri pekerja. Karena jumlah pekerja hanya tiga orang, dia langsung memberikan komando kepada petugas liponsos untuk memanggil tenaga tambahan. Alhasil, didapat 25 tenaga baru. ’’Biar mereka ada kegiatan. Biar sehat,” jelas pria yang belum sebulan menjabat kepala liponsos itu.
Mereka paling suka jika disuruh menarik gerobak. Satu orang menarik, sisanya mendorong dari samping dan belakang. Sebenarnya gerobak itu cukup ditarik satu orang saja karena isinya hanya sekarung batu paving. Mereka menganggap kegiatan menarik gerobak tersebut sebagai mainan baru. Karena kurang sungguh-sungguh, jalan gerobak tidak lurus. Para petugas liponsos yang memandu pun hanya bisa garuk-garuk kepala melihat tingkah laku mereka.
Sejumlah pohon juga dipindah. Pohon-pohon tersebut sudah tertancap bertahun-tahun. Karena itu, pohon harus digali untuk menyelamatkan akarnya. Setelah dicabut, satu per satu pohon tersebut diangkut dengan gerobak. Meski tidak terlalu berat, gerobak tetap didorong beramai-ramai.
Sugianto merasa tenaga orang gila lebih besar daripada orang normal. Mereka tidak gampang lelah. Namun, besarnya tenaga itu juga ditopang dengan porsi makan yang besar. Sebanyak 1.545 penghuni liponsos menghabiskan 500 kilogram beras dalam sehari. ”Kalau makan, piring itu sampai tidak menyisakan tempat. Gitu lho, habis,” jelas mantan kepala Griya Werda Surabaya itu.
Makanan bagi para penyandang psikosis itu pun tidak sembarangan. Menu makanan berganti-ganti. Terkadang rawon, sayur lodeh, semur ayam, telur ceplok, sambal goreng buncis, tumis kacang panjang, bali ayam, rendang daging, sosis, kare ayam, dan sup ayam. Selain itu, ada gule daging, lodeh, telur asin, sayur asam, hingga soto daging. Mereka juga mendapat asupan vitamin dari semangka dan pepaya. ”Sudah ada jadwal menu. Sehari tiga kali, ganti-ganti terus,” jelas Sugianto.
Para penyandang psikosis yang nyaris sembuh memang sudah bisa diajak berkomunikasi. Mereka bahkan menjalankan ibadah salat berjamaah. Setelah sembuh total, mereka yang masih memiliki keluarga bakal dipulangkan. Ada juga penyandang psikosis tingkat berat. Mereka dikumpulkan di kompleks barak sebelah barat daya. Terdapat enam kompleks barak di liponsos. Kompleks yang satu itu paling padat. Isinya sepertiga lebih dari total penghuni liponsos. Ada 580 laki-laki yang dikumpulkan di empat barak penampungan. Untuk penderita psikosis tingkat berat, liponsos tidak memperbolehkan mereka keluyuran. Barak selalu dikunci rapat. Nah, pembangunan nanti dimaksudkan untuk mengurangi jumlah penghuni barak tersebut.
Selain itu, pihak liponsos berencana memperbaiki gedung penampungan. Sebab, beberapa gedung terlihat rusak. Penghuni gedung menjebol plafon untuk dipakai tidur. ”Nanti kami minta dicor tipis biar tidak dijeboli,” jelasnya.
Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rayat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Surabaya Mochamad Taufik Siswanto menerangkan, proses lelang pembangunan sudah berjalan. Rencananya, pemenang tender mulai terjun untuk melihat lokasi pada pertengahan Februari. Proyek senilai Rp 5,5 miliar tersebut bakal dikerjakan selama tujuh bulan. Kontraktor diminta tepat waktu agar para penghuni tidak terganggu dengan aktivitas pembangunan. ’’Kalau terlambat dari perjanjian, bisa kita putus kontrak atau masuk blacklist. Semoga dapat dilaksanakan tepat waktu,” harapnya. (*/c7/oni/sep/JPG)

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
