
BEBER KONDISI : Dokter Joni Wahyuhadi SpBS (kiri) menunjukkan CT scan kepada Gus Ipul saat mengunjungi Muhammad Arif, pasien hydranencephaly Minggu (8/1) di IGD RSUD dr Soetomo, Surabaya.
JawaPos.com – Muhammad Arif, 11, selama hidupnya harus tergolek di kasur. Sekadar memiringkan badan saja, dia tidak mampu. Sebab, tubuhnya yang kecil tidak kuat menyangga kepalanya yang besar.
Ya, Arif adalah seorang penderita hydranencephaly. Itu merupakan kondisi terparah dari hidrosefalus, penyakit yang menyerang organ otak.
Arif dibesuk Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf Minggu (8/1) di ruang perawatan khusus anak Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soetomo.
Arif yang ditemani orang tuanya, Sujarwo dan Srianti, tampaknya memahami bahwa kamarnya didatangi pejabat. Karena itu, dia tersenyum diikuti suara teriakan yang maksudnya tidak jelas.
’’Ini berapa ayo?’’ kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, sambil mengacungkan dua jarinya. Arif merespons dengan teriakan. Anak keempat dari lima bersaudara itu memang tidak menguasai banyak kata.
Namun, menurut Sujarwo, anaknya gemar menyanyikan lagu Wali Band meski terbata-bata. ’’Dia juga bisa mengeluh kalau sakit kepala,’’ katanya.
Selain tidak bisa menggerakkan kepalanya, anggota gerak bagian kiri Arif lemah. Dia susah sekali untuk sekadar mengayunkan tangan. Gus Ipul sempat meminta Arif untuk bertepuk tangan.
Namun, dia hanya diam, lalu tersenyum. Sujarwo mengatakan bahwa pada usia enam bulan Arif pernah dibawa ke RSUD dr Soetomo. Dia dirawat selama beberapa hari.
’’Waktu itu yang merawat dokter muda. Sempat ditanyakan ke seniornya dan mereka meminta untuk dilakukan perawatan di rumah saja,’’ ungkap pria 46 tahun tersebut.
Selama 11 tahun Arif tidak pernah mengeluh sakit yang berat. Biasanya hanya flu yang datang. Sujarwo pun hanya memberikan obat yang dibeli di warung.
Untuk meredakan demam, dia juga hanya dikompres. Seminggu lalu beberapa kerabat Sujarwo menyarankan agar membawa Arif ke RSUD dr Soetomo.
Lingkar kepalanya sangat besar. Mencapai 50 cm. Bentuknya pipih. Kondisi tersebut membuat matanya menjadi sipit.
Di atas tempat tidur perawatan, dokter memasang alat bantu pernapasan. Sebelumnya, Arif juga diinfus. Namun, karena dia bisa makan dengan lahap, pemberian infus dihentikan.
Dr Joni Wahyuhadi SpBS menyatakan sudah memeriksa Arif. Saat dilakukan CT scan, otak bocah asli Gresik itu berada di bagian bawah.
’’Karena itu, kemampuannya tidak bisa maksimal,’’ tutur wakil direktur layanan medik RSUD dr Soetomo tersebut. Menurut dia, pihaknya akan melakukan rapat dengan berbagai disiplin ilmu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
