Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Desember 2016 | 22.17 WIB

Ahzha Andhar ’Awwady dan Zalfa Attiyah Faradiba Jatmiko Penemu Rice Broccoli

INOVASI PANGAN: Zalfa Attiyah Faradiba Jatmiko (kiri) dan Ahzha Andhar ’Awwady menunjukkan poster dan nasi brokoli karya mereka. Kanan, grafis seputar bahan dan cara membuat nasi brokoli. - Image

INOVASI PANGAN: Zalfa Attiyah Faradiba Jatmiko (kiri) dan Ahzha Andhar ’Awwady menunjukkan poster dan nasi brokoli karya mereka. Kanan, grafis seputar bahan dan cara membuat nasi brokoli.

Gantikan Nasi untuk Penderita Diabetes





Ahzha Andhar ’Awwady dan Zalfa Attiyah Faradiba Jatmiko berinovasi di bidang pangan. Dua siswa SMAN 20 Surabaya itu menciptakan pengganti nasi dengan bahan dasar brokoli dan tepung sagu. Aman bagi penderita diabetes melitus.





IDE pembuatan nasi brokoli tersebut berawal dari kegelisahan Ahzha dan Zalfa. Mereka mengetahui bahwa angka penderita diabetes di Indonesia terbilang tinggi.



Bahkan, diabetes berada di urutan ketiga –setelah stroke dan gangguan jantung– dalam jajaran penyakit terbanyak yang diderita masyarakat.



”Salah satu pemicu diabetes adalah pola makan yang tak dijaga, terutama mengenai pengaturan kandungan gizi yang seimbang,” ungkap Ahzha.



Pengidap diabetes, lanjut Ahzha, disarankan membatasi nasi. Sebab, indeks glikemik makanan pokok masyarakat Indonesia itu cukup tinggi.



Bila kadar glukosa darah tinggi, tentu risiko seseorang menderita diabetes ikut meningkat. Mereka lantas melakukan eksperimen mencari makanan pengganti yang cocok untuk penderita diabetes.



Setelah mencoba beberapa bahan pangan, keduanya sepakat memilih brokoli sebagai bahan utama dan tepung sagu sebagai perekat.



”Kami memilih brokoli dan sagu yang memiliki kandungan pas untuk menggantikan nasi,” tutur siswa kelas XII MIA 3 itu.



Brokoli dipilih karena mengandung vitamin C, A, K, dan E yang cukup tinggi. Bahkan, beberapa hasil studi sebelumnya menegaskan bahwa brokoli mampu meningkatkan kadar insulin dalam tubuh.



Tepung sagu pun tak melulu berperan sebagai perekat. Bahan tersebut menutupi kekurangan brokoli. Yakni, kaya serat dan kandungan karbohidratnya rendah.



”Karena memiliki cukup serat dan kalori, makan sagu cukup mengeyangkan,” kata penghobi basket itu.



Menurut Zalfa, pembuatan nasi brokoli cukup mudah. Brokoli tinggal digiling halus, lantas dicampur sagu yang diberi sedikit air. Untuk setiap takaran, keduanya mematok 4 banding 1.



”Kalau brokoli 1 kilo (kg), berarti tepung sagunya hanya 250 gram,” bebernya. Patokan 4:1 merupakan komposisi terbaik untuk membuat nasi brokoli.



Sebab, jika terlalu banyak tepung sagu, bahan akan cepat basi. Jika tepung sagu kurang, bahan akan encer.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore