
KABIN BERSAHAJA: Supadmo bersiap-siap berangkat mengangkut penumpang pada bus Damri jurusan Purabaya- Tanjung Perak, Selasa (20/12). Sopir 56 tahun itu baru tancap gas saat penumpang bus penuh setelah menunggu 20 menit.
Kota metropolis boleh maju pesat. Namun, hingga hari ini masih banyak bus uzur yang berkeliaran di jalan-jalan. Selain jauh dari kata nyaman, bus-bus tersebut menyumbangkan polusi ke udara.
---
JawaPos.com - Warga Surabaya pasti mengenali tipikal bus kota milik Perusahaan Umum (Perum) DAMRI yang satu ini. Wujudnya. Kontur bodinya kaku. Dengan bingkai kembar di kaca depan. Lampunya kotak dengan sein kecil di kanan-kiri. Ciri yang paling khas adalah kursi plastik biru. Keras tanpa busa. Sama seperti kursi di ruang tunggu halte bus.
Emblem berupa bintang tiga dalam lingkaran masih tersisa di muka bus. Simbol pabrikan otomotif terkenal dari Jerman, Mercedes-Benz. Bus itu adalah seri O 325 yang dikembangkan oleh Mercedes pada 1968. Jika masih beroperasi hingga hari ini, berarti bus tersebut sudah berusia 48 tahun. Sekitar separo dari angka harapan hidup manusia.
Di dalam bus itu, drama kehidupan terjadi. Simbol kepasrahan masyarakat menerima standar terendah dari pelayanan bus.
Saat melaju, hampir semua bagian bus terus bergetar sepanjang perjalanan. Mulai kaca jendela, pintu yang tidak rapat, atap tripleks, sampai kursi penumpang. Kalau kebetulan sedang melintasi persimpangan rel, speed trap, lubang, apalagi dalam kondisi penumpang kosong, getaran semakin terasa.
Suaranya berpadu dengan suspensi roda yang berkeriutan seperti kekurangan minyak. Misalnya, yang turut dirasakan Jawa Pos saat menaikinya Selasa (20/12).
Interior bus juga khas. Dinding-dinding besinya kadang tanpa penutup karet. Dilapisi dengan cat besi. Biasanya berwarna biru. Kalau kita mengeruk sedikit saja dengan kuku, serpihan-serpihan karat akan berjatuhan ke lantai bus.
Aspal di bawah bus bisa diintip lewat lubang-lubang kecil di lantai bus. Mengalir seperti air sungai. Atapnya ditutup tripleks yang biasa dibuat papan whiteboard. Ventilasi udaranya adalah lubang palka yang sulit ditutup ketika hujan. Ada juga beberapa lampu yang casing-nya sudah hilang. Meninggalkan kabel dan bohlam kecil.
Dari luar, bus tersebut juga tak punya kegagahan dan wajah elok bus-bus era sekarang yang punya lampu berpendar-pendar. Klakson bus Damri itu juga bersahaja. Hanya suara tot yang berat. Bisa jadi, sekadar diminta Om Telolet Om mereka pun tak sanggup...
Namun, masyarakat yang menggunakan jasa bus zaman susah itu seakan sudah terbiasa. Mereka bisa tidur tenang dengan menyandarkan kepala ke kursi yang atos.
Tetap terlelap meski kepala mereka dipermainkan ke kiri dan ke kanan. Sebagai pelengkap paduan suara yang dibuat oleh bodi dan deru mesin, ada bunyi kecrekan dan suara sumbang pengamen. Ada juga tangis anak kecil yang kegerahan. Untuk hidung, ada bonus asap kendaraan dari luar dan asap rokok di dalam. Ampunnn...
Di Surabaya, bus-bus itu kebanyakan ditugaskan untuk melayani rute Tanjung Perak-Bungurasih via tol. Kodenya P4. Dulu pada era 2000-an, Mercedes O 325 hampir menguasai seluruh rute bus kota di Surabaya.
Sekarang DAMRI memilih untuk mengoperasikan bus yang lebih baru di dalam kota. Tapi, O 325 tetap dioperasikan khusus untuk rute "pinggiran" itu. Sebagian besar yang menggunakan bus tersebut tentu masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan tujuan rata-rata ke Pulau Garam, Madura.
Namun, beberapa bus tampaknya sudah melalui modifikasi. Misalnya, yang dinaiki Jawa Pos. Mercedes O 325 itu berkursi busa. Meski kulit pembungkusnya sudah robek di sana-sini dan beberapa pernya mengintip keluar. Lantainya juga baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022