Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 November 2016 | 21.29 WIB

Menyambangi Tempat-Tempat Baca Kota Delta, Bisa Membaca di Dalam atau Luar Ruangan (1)

ASRI: Suasana ruang baca Poestaka Sinaoe yang dikelola siswa Taman Pendidikan Kampoeng Sinaoe, Desa Siwalanpanji. Dari kiri, Linda Bunga Pratiwi, Faridatul Abidah, Achmad Qusyairi dan M. Sigit Harianto membaca dalam suasana terbuka. - Image

ASRI: Suasana ruang baca Poestaka Sinaoe yang dikelola siswa Taman Pendidikan Kampoeng Sinaoe, Desa Siwalanpanji. Dari kiri, Linda Bunga Pratiwi, Faridatul Abidah, Achmad Qusyairi dan M. Sigit Harianto membaca dalam suasana terbuka.

Selain koleksi buku, lokasi yang nyaman dan menyenangkan dapat memengaruhi mood membaca. Nah, sejumlah tempat baca di Kota Delta didesain khusus untuk meningkatkan budaya literasi.





PERPUSTAKAAN Umum Kabupaten Sidoarjo dan Poestaka Sinaoe adalah salah satu tempat baca yang bisa menjadi tujuan. Bukan hanya hari biasa, saat liburan atau akhir pekan, ruang baca itu sering menjadi tujuan alternatif warga.



Perpustakaan milik pemerintah kabupaten (pemkab) memiliki sekitar 80 ribu buku. Lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota, yakni di Jalan Jaksa Agung Suprapto, mudah dijangkau masyarakat.



Dalam sehari, jumlah pengunjung mencapai 350 orang. ’’Jumlah tersebut bisa melonjak hingga 500 orang saat liburan. Fenomena perpustakaan sepi saat libur sekolah sudah nggak zaman,’’ jelas Kasi Pelayanan Perpustakaan Nyonik Adiwarno.



Perpustakaan umum kabupaten itu juga melayani pengunjung hingga pukul 19.00. Bukan hanya masyarakat dari Kecamatan Sidoarjo yang kerap datang untuk membaca aneka referensi di perpustakaan tersebut.



Banyak warga Kecamatan Candi, Gedangan, Tanggulangin, Buduran, Sukodono, dan Wonoayu yang sudah menjadi anggota. Setiap hari, tercatat 100 peminjam buku.



Persyaratannya gampang, yakni hanya mengisi formulir online, lalu menyerahkan foto dan mencetak kartu anggota di perpustakaan.



’’Perpustakaan umum sebaiknya ditambah. Mungkin bisa didirikan di bagian utara, pas di Kecamatan Gedangan. Nah, satu lagi bisa dibangun di daerah Kecamatan Porong,’’ kata Nyonik.



Dia bersama jajarannya sudah membuat konsep swalayan untuk perpustakaan daerah di area kota dan perpustakaan cabang di wilayah Sidoarjo Barat yang dipusatkan di Kecamatan Krian.



’’Jadi, semua buku nanti diberi barcode. Tinggal scan kalau mau pinjam. Pengembaliannya bisa lewat drop box. Praktis kan?’’ ungkapnya saat ditemui di ruangannya.



Sayang, konsep itu masih berjalan tertatih. Dari total 80 ribu buku, hanya 2 ribu buku yang sudah dilabeli barcode.



’’Untuk merealisasikan sisanya, ya dibutuhkan dukungan dari para elite pemerintahan serta pendanaan,’’ ucap pegawai negeri sipil yang mengabdi di bidang perpustakaan selama 20 tahun tersebut.



Di area perkampungan, bisa ditemukan tempat baca yang asyik. Salah satunya, Taman Pendidikan Kampoeng Sinaoe di Desa Siwalanpanji.



Perpustakaan yang dikelola murid-murid taman pendidikan yang berlokasi di Jalan Khamdani I itu dikenal dengan nama Poestaka Sinaoe. Suasana yang dihadirkan berbeda dengan perpustakaan pada umumnya.



Di perpustakaan umumnya, ada rak buku kayu tinggi yang berjajar rapi dengan sofa dan bangku baca. Tersedia pula pendingin di dalam ruangan. Sebaliknya, ruangan Poestaka Sinaoe lebih terbuka.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore