
ABAL-ABAL: AKBP Muhammad Anwar Nasir didampingi Wakapolresta Kompol Indra Mardiana (kiri) dan Kasatreskrim Kompol Manang Soebeti dalam ungkap kasus pengeroyokan.
JawaPos.com – Berlagak sebagai anggota TNI, Agus Dwi Winarno (ADW) telah melakukan tindak penipuan, perampasan, dan pengeroyokan.
Warga `.
Dalam menjalankan aksinya tersebut, Agus berkomplot dengan pengacara bernama Ruli Agus Kurniawan (RAK). Keduanya berasal dari satu kampung.
Dari tangan para tersangka, polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Antara lain air gun hitam merek Taurus, botol plastik berisi amunisi, dan satu buah handy talky (HT) hitam bermerek Alinco.
Selain itu, polisi menyita kalung lencana TNI kesatuan khusus. Lalu kartu tanda penduduk (KTP) asli yang di dalamnya tertera pekerjaan Agus sebagai anggota TNI. Petugas juga mengamankan satu jaket doreng TNI.
”Setelah dicek ke instansi resmi TNI, mereka bukan anggota. Padahal, KTP-nya asli,” ujar Kapolresta Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir, Senin (21/11).
”Belajar dari kasus ini, kami berharap dinas kependudukan juga perlu berhati-hati dalam memberikan label pekerjaan pada penduduk,” lanjut Anwar.
Tindak kriminal anggota TNI abal-abal alias palsu itu terungkap setelah polisi mendapat laporan dari korban bernama David Arifin dan Adi Soninjau.
Awalnya dua korban tersebut menyewa mobil Daihatsu Xenia pada seseorang bernama Tri Lucky alias Oki. Mobil disewa beberapa hari dan pada 16 Oktober pukul 06.00 harus kembali.
Namun, hingga pukul 21.00 mobil belum kembali. Oki pun panik. Nah, Agus dan Ruli yang mengetahui kabar itu pun menawarkan jasa. Keduanya mendatangi rumah Oki. Mereka siap mencarikan mobil tersebut.
Agus dan Ruli lalu mengajak empat rekannya, yakni S, I, D, dan B (mereka masih buron). Lokasi pengambilan mobil adalah sekitar rumah korban David, dekat SPBU Balongbendo, Jalan Mayjen Bambang Yuwono.
Kepada kedua korban, Agus menjelaskan bahwa dirinya adalah anggota Resimen XIII Yudha Putra Yon 1330 Surabaya. Korban David dan Adi pun percaya begitu saja.
Apalagi, saat itu Agus dan Ruli berpakaian layaknya anggota TNI. Berseragam lengkap dengan menenteng HT. Korban makin percaya ketika Agus menunjukkan tanda keanggotaan TNI dan surat kuasa penarikan mobil.
Namun, perkara pembayaran dan penarikan mobil tersebut tidak bisa diselesaikan di tempat kejadian perkara (TKP). Percekcokan pun terjadi. Korban ngotot tidak mau menyerahkan mobil.
Agus dan Ruli kemudian mengeluarkan pistol, mengancam menembak korban. Bukan hanya itu, para pelaku juga melakukan kekerasan terhadap kedua korban.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
