Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Januari 2017 | 03.37 WIB

Geliat Para Desainer Muda Kota Delta, Sarah Jihan Maharani, Otodidak Desain Baju

SARAH JIHAN MAHARANI - Image

SARAH JIHAN MAHARANI

Tren dunia fesyen Sidoarjo makin tidak kalah dengan kota metropolitan di Indonesia. Namun, desainer-desainer muda Kota Delta mempunyai ciri khas tersendiri. Mereka mengandalkan keunggulan lokal yang hasilnya pun mengagumkan.



SARAH Jihan Maharani menunjukkan beragam baju hasil kreasi sendiri di rumahnya di Desa Tanjungsari, Taman, kemarin. Busana-busana itu tergantung rapi di lemari kaca. Ada sepuluh baju dengan beragam jenis. Mulai banyak payet, manik-manik, hingga polosan. Semua baju tersebut dikenakan untuk keperluan modeling.


Sarah mengakui, selain dikenakan sendiri, baju itu disewakan. ”Yang jadi andalan dan laris dipesan adalah baju red ethnic modern,” ujarnya. Baju tersebut berupa dress dengan kombinasi tenun merah dan emas.


Selain kedatangan penyewa, Sarah kerap diminta membuatkan baju pelanggan. Sarah berkolaborasi ide dengan pemesan. ”Beragam pesanan. Tetapi, yang paling sulit adalah yang banyak payetnya karena harus telaten,” jelasnya.


Selain payet, yang cukup sulit adalah pengumpulan bahan baju yang persis dengan desain dalam gambar rancangan. Misalnya, cari manik-manik yang berwarna sama. Sebab, tidaksembarang tempat menjual manik-manik. ”Jika tidak ada, saya berinovasi dengan memikirkan aksesori baru yang tetap menarik untuk dipadukan dengan baju,” tuturnya.


Sambil memegang desain baju yang pernah dibuat, Sarah bercerita saat kali pertama membuat busana. Ketika itu, dia duduk di kelas XI SMAN 1 Taman. Sarah yang berkiprah di dunia catwalk sejak taman kanak-kanak merasa bahwa salah satu hal terpenting adalah kostum saat tampil modeling.


Sarah mulai berpikir untuk membuat kostum tersebut. Dia belajar otodidak dengan melihat majalah dan internet. Kemudian, dia menggambar desain sesuai imajinasi. ”Dulu aku menggambar ya bolak-balik menghapus karena belum sesuai dengan yang dipikirkan,” ungkapnya.


Seiiring dengan berjalannya waktu, Sarah makin berpengalaman. Dia mulai ahli memadupadankan banyak aksesori pada baju. Saat kompetisi model, Sarah berani mengenakan baju bikinan sendiri. Itulah yang membuat Sarah lebih bangga. Akhirnya, dia banyak meraih prestasi. ”Kostum tersebut pasti jadi penilaian lebih dalam modeling. Selain cara jalan, make-up, dan tatanan rambut, ekspresi diperlukan,” ujarnya.



Menurut dia, keunikan desain baju rancangannya menjadi nilai plus. ”Kualitas dan keunikan sih penting. Tapi, intinya harus nyaman kalau dipakai,” tambahnya. (uzi/c16/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore