
KETAHANAN PANGAN: Tujam sedang menyiram bayam di area perkebunan yang merupakan tanah kas desa Jatikalang, Prambon.
JawaPos.com – Program Desa Melangkah yang dipelopori Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), dan Jawa Pos memasuki tahun kedua. Pada 2017 beragam harapan muncul dengan tujuan desa bisa lebih berkembang.
PADA 2016 tidak semua desa di Kota Delta mengikuti program Desa Melangkah. Tercatat hanya 67 desa yang mengikuti program itu dari 353 desa yang ada. Sejatinya terdapat 356 desa di wilayah Sidoarjo. Namun, tiga di antaranya sudah tidak ada karena wilayahnya terendam lumpur Lapindo. Para peserta tersebar di Kecamatan Waru, Taman, Prambon, Jabon, Krembung, Tulangan, Balongbendo, Buduran, Sedati, dan Gedangan.
Para aparatur desa dan kecamatan mendukung kelanjutan program itu. Seluruh desa di wilayah Kota Delta bisa berpartisipasi. ’’Saya secara pribadi sangat mendukung, harus tetap berlanjut, ini di Kecamatan Waru masih saya beri pemahaman tentang manfaat program ini,’’ ujar Camat Waru Fredik Suharto.
Mantan camat Prambon itu menginginkan adanya regulasi dari pemkab yang mewajibkan setiap desa mengikuti program tersebut. Alasannya, banyak manfaat yang dapat diperoleh. Baik warga, aparat, maupun nama desa. Menurut dia, budaya dan sejarah desa layak dipublikasikan. Belum lagi potensi dan prestasi desa yang lain.
Fredik mencontohkan kondisi di Kecamatan Waru. Banyak objek yang bisa dikenalkan melalui program itu. Misalnya, potensi usaha kecil menengah (UKM), hasil kreasi warga, serta permasalahan sosial di sana. Tahun lalu hanya ada satu peserta dari 17 desa di Waru. ’’Apalagi di Waru banyak orang pintar seperti dokter, pengusaha, atau yang lainnya,’’ katanya.
Camat Sidoarjo Agus Maulidy juga berharap seluruh desa bisa berpartisipasi. Dengan begitu, mereka bisa merasakan dampaknya secara langsung. Di Kecamatan Sidoarjo, total hanya ada 10 desa. Pada 2016 tidak ada peserta dari Kecamatan Sidoarjo.
Apalagi, jumlah penduduk Kecamatan Sidoarjo lumayan banyak. Dalam satu desa bisa sampai 12–18 ribu penduduk. Jumlah RT (rukan tetangga) pun rata-rata lebih dari 50 unit. Semakin banyak warga, semakin besar potensi yang bisa lebih dikembangkan. ’’Nah, 10 desa di sini kami upayakan bisa ikut biar semakin berkembang,’’ ucap mantan camat Buduran tersebut. ’’Pada 2017 harus lebih banyak pelatihan lagi untuk UKM atau pembentukan BUMDes,’’ tambah Agus.
Sementara itu, Hasan Ubaidillah, perwakilan dari Umsida sekaligus salah satu penyelenggara program tersebut, sudah menyiapkan konsep baru yang bisa diterapkan pada 2017. Yang paling penting, menurut dia, desa butuh pendampingan secara menyeluruh. ’’Ini kami masih siapkan skema pendampingan untuk desa,’’ jelasnya.
Selama ini pendampingan masih terbatas pada momen-momen tertentu. Misalnya, event pelatihan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES). Padahal, kebutuhan desa tidak hanya terkait dengan satu hal. ’’Pada 2017 nanti coba kami beri pendampingan untuk peningkatan pelayanan dasar seperti berkaitan dengan kepengurusan kartu tanda penduduk (KTP),’’ papar pria yang akrab disapa Ubed itu.
Pendamping, lanjut dia, bekerja sama dengan sejumlah fakultas di Kota Delta. ’’Pendampingan bisa jadi bagian dari mata kuliah tertentu. Jadi, mahasiswa mendapat nilai saat mereka mendampingi. Layaknya kuliah kerja nyata (KKN) bagi mereka. Tetapi, sebelumnya para mahasiswa ini tetap diberi pelatihan dulu,’’ ungkapnya.
Selain pendampingan yang intensif, Desa Melangkah 2017 harus bisa menyajikan konferensi badan usaha milik desa (BUMDes). Ada momen tertentu yang mengundang semua pihak, para ahli, aparatur desa, maupun pemkab untuk berunding dan bertukar pendapat tentang BUMDes. Mereka juga membahas pembentukan maupun konsistensi dalam menjalankan badan usaha ketika sudah terbentuk. ’’Bisa diskusi juga tentang BUMDes holding, solusi untuk beberapa desa yang ingin berkolaborasi membuat BUMDes,’’ tegasnya.
Sektor usaha kecil menengah (UKM) juga menjadi sorotan. Penyelenggara Desa Melangkah berencana mengadakan pameran UKM. Bukan sekadar pameran, tetapi juga dilombakan. Tujuannya, setiap UKM termotivasi untuk menjadi yang terbaik. ’’Saat ini kami matangkan lagi konsep Desa Melangkah 2017 yang lebih terperinci,’’ paparnya. (uzi/c15/dio/sep/JPG)

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Resmi! Link Live Streaming Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di Gelora Bung Karno
Jadwal Clash of Legends Barcelona Legends vs DRX World Legends: Siaran Langsung, Live Streaming dan Daftar Skuad Kedua Tim!
Disiarkan di Televisi? Informasi Lengkap Clash of Legends Jakarta 2026! Patrick Kluivert Siap Comeback di GBK
Jadwal Clash of Legends Jakarta 2026! Duel Epik Barcelona Legends vs DRX World Legends di Gelora Bung Karno
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
