Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2017 | 05.13 WIB

Antisipasi Kejadian Per Wilayah, Pos Pantau Terpadu Siaga 24 Jam hingga Lebaran

Lebih Gampang ke Pos Terpadu - Image

Lebih Gampang ke Pos Terpadu


JawaPos.com – Warga metropolis bisa lebih tenang menjalankan ibadah puasa. Untuk kali pertama, pemkot membuka pos pantau terpadu. Ada lima pos pantau terpadu yang disiapkan untuk menerima berbagai laporan masyarakat.



Pos tersebut digawangi oleh dinas perhubungan (dishub), satpol PP, bakesbanglinmas, dan dinas pemadam kebakaran (DPK). Pos terhubung langsung dengan command center (CC) milik pemkot di Siola.



Sesuai dengan arahan wali kota, pos-pos itu akan beroperasi selama 24 jam. Petugas dibagi menjadi tiga sif. Keberadaan pos tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melaporkan insiden selama Ramadan.



Petugas yang diterjunkan juga bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Surabaya dan Garnisun Tetap 3 dari TNI. ’’Termasuk juga kecamatan dan kelurahan dilibatkan untuk siaga keamanan,’’ tutur Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat.



Pos pantau terpadu menggunakan lokasi milik pemkot. Misalnya, pos pantau timur. Pemkot memanfaatkan gedung eks dinas perindustrian dan perdagangan di Jalan Ir H Soekarno. Sejak kantor berpindah ke Siola, gedung bercat hijau itu memang belum difungsikan kembali. Pada hari pertama puasa, ada delapan petugas yang berjaga di pos tersebut. Yakni, masing-masing dua orang dari dishub, DPK, satpol PP, dan bakesbanglinmas.



Siswantono, petugas dari satpol PP, menyatakan bahwa belum ada laporan dari warga sepanjang hari pertama Ramadan kemarin. ’’Memang masih sepi karena bertepatan dengan awal puasa juga,’’ ujarnya.



Dia menyebutkan, kejadian yang paling banyak ditemukan di timur adalah kecelakaan lalu lintas. Sebab, ada ruas jalan MERR yang cukup lebar dan panjang. Pengendara cenderung mempercepat laju di sana. ’’Masing-masing wilayah biasanya punya tren kejadian sendiri,’’ jelasnya.



Di wilayah utara, rawan terjadi kebakaran karena daerah itu padat penduduk. Di barat, yang diwaspadai adalah banjir. ’’Tapi, sepertinya, untuk saat ini, cukup aman karena sudah masuk musim kemarau,” ucapnya. Sementara itu, di wilayah selatan hampir sama dengan timur, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.



Pos pantau terpadu bakal terintegrasi dengan CC hingga H+7 Lebaran. Dengan pos pantau tersebut, setiap kejadian diharapkan bisa lebih cepat diatasi sembari menunggu personel dari pusat. Karena itu, di masing-masing pos disediakan perlengkapan dan alat-alat pertolongan pertama. Misalnya, gergaji mesin untuk pohon tumbang dan dua tabung pemadam kebakaran. ’’Disiagakan juga mobil patroli. Dari satpol PP untuk wilayah barat dan utara serta dari linmas untuk wilayah timur dan selatan,’’ tuturnya. (deb/c20/fal)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore