Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Mei 2017 | 02.08 WIB

Nelangsa, Orang Tua Meninggal Sang Putra Alami Gizi Buruk

TRANSFUSI: Perawat mempersiapkan transfusi darah untuk Putra. - Image

TRANSFUSI: Perawat mempersiapkan transfusi darah untuk Putra.


JawaPos.com – Hanya matanya yang seolah bicara. Dalam kondisi yang semakin memburuk, bocah bernama Muhammad Putra Abimayu tersebut mengalami koma Sabtu (27/5). Dia kena hipokalemia.



Kadar kalium dalam darah bocah 7 tahun tersebut turun drastis. Dokter lantas memasangkan infus di lengannya yang kurus. Tujuannya, mengembalikan kadar kalium. Putra baru siuman ketika siang. ’’Pasien (Putra, Red) koma karena hipokalemia,’’ ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ibnu Sina dr Wiwik Tri Rahayuningsih.



Wiwik memastikan bahwa komplikasi yang menimpa Putra cukup kompleks. Selain berstatus gizi buruk, Putra mengalami berbagai macam kondisi yang melemahkan daya tahan tubuhnya. Salah satunya, tuberkulosis (TB).



Virus TB sudah menyerang kelenjar getah bening. Akibatnya, sejumlah kelenjar di tubuh Putra membengkak. ’’Anak-anak paling sering terserang (TB, Red) di kelenjar,’’ tutur Wiwik.



Selain itu, Putra menderita sepsis. Yaitu, kondisi saat infeksi sudah menyebar ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin (Hb) yang rendah membuat tubuhnya lemas. Dia pun terkena anemia. ’’Baru (hari ini, Red) menjalani transfusi,’’ katanya.



Saat ini dokter masih fokus menstabilkan kondisi klinisnya. Tindakan lebih lanjut dilakukan berdasar perkembangan pasien. ’’Sementara diinfus dan ditransfusi dulu. Slang oksigen dipasang untuk membantu pernapasannya,’’ kata Wiwik.



Keluarga berharap Putra bisa segera sembuh. Putra almarhum Yasin dan Atim Wijiastutik itu dikunjungi paman dan bibinya. ’’Sudah ada rencana untuk merawatnya,’’ ungkap Sukiyem, kakak kandung almarhum Atim.



Sukiyem tidak tega melihat kondisi keponakannya. Sebelum meninggal, ibunya berpesan agar anaknya dirawat. Itulah permintaan terakhir ibu Putra. ’’Ibunya sakit-sakitan,’’ ungkap warga Wonokromo itu. Pada 11 Januari Atim meninggal. Dia sakit kronis dan dirawat di RS Anwar Medika, Krian.



Sebenarnya, lanjut Sukiyem, dirinya dan Kasri, suaminya, berencana menyekolahkan Putra di Surabaya. Namun, karena saat itu ayahnya masih ada, mereka tidak berani. ’’Ayahnya baru meninggal Senin (22/5),’’ ucapnya.



Sukadi, kakek Putra yang juga ayah Sukiyem, sedih melihat kondisi cucunya. Setiap hari Putra mengeluh perutnya sakit. ’’Kasihan. Mudah-mudahan bisa segera sembuh,’’ ungkapnya.



Terkait dengan biaya rumah sakit, Wiwik menyatakan sudah ada anggaran dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim. Kondisi Putra termasuk jenis diagnosis yang bisa dibebankan ke APBD provinsi.



Salah satunya, gizi buruk. Selain itu, Putra menderita TB. Ketentuan tersebut tertuang dalam Pergub No 138 Tahun 2016. ’’Jadi bisa menggunakan anggaran dari provinsi,’’ ungkapnya.



Sebelumnya, Putra dirawat di Puskesmas Kesamben Kulon. Karena kondisinya semakin buruk, pihak puskesmas meminta persetujuan keluarga untuk membawa Putra ke RSUD Ibnu Sina. Saat ini Putra masih dirawat intensif di Ruang Anggrek RSUD Ibnu Sina. (adi/c15/roz)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore