
Teka-Teki Kematian M. Djohan Arifin alias Ipin
JawaPos.com – Polisi masih berupaya menguak penyebab kematian M. Djohan Arifin alias Ipin. Hingga Selasa (3/1) belum diketahui apakah Ipin tewas lantaran didorong orang ke sungai ataukah tercebur karena mabuk.
Karena itu, polisi terus berupaya memeriksa saksi tambahan. Tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek Genteng terus berusaha menemukan petunjuk.
”Ada delapan saksi lagi yang sudah kami korek keterangannya. Jadi, total ada sepuluh saksi,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.
Delapan saksi tersebut selama ini bekerja di Kafe So. Mulai penjaga, petugas keamanan, purel, hingga pengelola. Pemeriksaan dilakukan karena mereka mengetahui keributan yang terjadi.
Kepentingan yang lain, dari sana polisi akan mengetahui siapa saja orang yang biasa berkunjung ke Kafe So itu. Sebab, informasinya, Ipin sering datang ke sana. ”Setidaknya banyak orang yang mengenalnya,” katanya.
Agar lebih gamblang, polisi juga berusaha menggambarkan situasi kafe saat Ipin berada di dalam kafe. Pada Senin (2/1), polisi kembali mendatangi kafe tersebut.
Di sana mereka mempelajari posisi duduk orang-orang yang berkunjung ke sana. Saat ditanya ciri-ciri pelaku apakah ada hubungannya dengan bodyguard kafe, Shinto mengatakan bahwa hal itu masih didalami.
Menurut keterangan Taufik Dicky, adik ipar Ipin, orang yang sempat merangkul kakaknya punya ciri-ciri berbadan besar. Bisa jadi orang itu adalah bodyguard.
Apalagi, korps berseragam cokelat itu juga mendapat kabar bahwa Ipin sempat ditagih uang. Kabarnya, warga Sidosermo Gang Langgar tersebut punya utang minuman di sana.
”Itu salah satu kemungkinan motif. Kami juga berupaya mendalami beberapa motif lain,” imbuh Shinto.
Shinto mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan muncul motif lain. Misalnya, soal asmara, dendam, senggolan saat berjoget, hingga faktor pengaruh minuman keras.
”Semuanya akan kami petakan. Nanti mengerucut sesuai dengan keterangan saksi-saksi yang kami periksa,” ujar alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu.
Kepolisian juga masih menyelidiki lokasi korban jatuh. Para saksi tersebut tidak melihat apa yang terjadi di luar kafe. Tiga titik lokasi patahan rumput yang ditemukan saat prarekonstruksi Senin lalu (2/1) menjadi kunci.
Logikanya, kalau ada rumput yang patah, bisa jadi disebabkan tertimpa tubuh Ipin. Polisi memprediksi, ayah dua anak itu tercebur tak jauh dari sungai. Tiga titik penemuan yang berjarak sekitar 2 meter tersebut dijadikan patokan.
Jawa Pos kemarin juga kembali mendatangi sekitar Kafe So. Suasananya sepi karena kafe itu baru mulai didatangi pengunjung di atas pukul 21.00.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
