Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Februari 2017 | 02.21 WIB

Pantomim Kisahkan Problem Remaja

AJARKAN MORAL: Afrina Sulistyo dan Alfan Suri memperagakan pantomim tentang dampak buruk seks bebas di kalangan remaja. - Image

AJARKAN MORAL: Afrina Sulistyo dan Alfan Suri memperagakan pantomim tentang dampak buruk seks bebas di kalangan remaja.

JawaPos.com – Komunitas Pelangi Budaya gelisah. Begitu banyak kasus remaja hamil di luar nikah. Komunitas tersebut lantas menyuarakan keresahannya melalui pantomim. Cari solusi masalah kenakalan remaja.


Afrina Sulistyo dan Muhammad Alfan Suri tampil di panggung. Musik instrumental mengiringi. Dengan make-up wajah putih, mereka bermain peran. Afrina menjadi perempuan yang jatuh cinta kepada Alfan dalam pantomim berjudul ’’Pertanggungjawaban’’.


Nahas, hubungan mereka terlampau jauh. Belum menikah, Afrina hamil duluan. Padahal, usia mereka masih di bawah umur. ’’Ini salah satu contoh kenakalan remaja yang semakin banyak terjadi,’’ kata Alfan. Dia mengangkat tema tersebut dalam festival pantomim se-Jawa Timur di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Selasa (21/2). Festival itu melibatkan 15 kelompok seniman pantomim dari berbagai daerah di Jatim. Mulai Surabaya, Bojonegoro, Jember, dan Gresik.


Alfan menjelaskan, judul dan tema pantomimnya berangkat dari keresahan terhadap anak muda zaman sekarang. Banyak anak muda yang sudah salah pergaulan. ’’Tidak jarang karena pengaruh minuman keras (miras) dan narkoba,’’ papar seniman pantomim asal Jember itu.


Pemuda 19 tahun tersebut berpendapat, pantomim menjadi seni peran yang asyik untuk menyampaikan aspirasi. Agar mudah dipahami, gerak, postur, dan ekspresi harus disiapkan dengan matang. ’’Mengajak penonton berimajinasi,’’ ungkapnya.


Ketua Pelaksana Festival Muhammad Rufin menyatakan, acara tersebut digagas sanggar seni Mine Pause. Acara itu baru pertama. Namun, antusiasme peserta luar biasa. Mulai tingkat sekolah dasar (SD), menengah pertama (SMP), menengah atas (SMA), hingga mahasiswa dan pelaku seni.


Juri lomba tersebut ialah Jemek Supardi yang dikenal sebagai bapak pantomim Indonesia dan seniman pantomim Bojonegoro Mustakim. Ketua Sanggar Mine Pause Miftahul Arifin ingin mengajak seniman pantomin di Jawa Timur untuk berpentas bersama. Bukan hadiah atau reward tujuan utamanya. Yang penting silaturahmi seniman pantomim antardaerah.



Lelaki asal Dukun itu menambahkan, berpantomim tidak mudah. Aktor harus benar-benar hidup agar karyanya menarik. ’’Tidak hanya mengikuti alur cerita dan musik. Yang penting menjiwai,’’ tuturnya. (adi/c15/roz/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore