
AJARKAN MORAL: Afrina Sulistyo dan Alfan Suri memperagakan pantomim tentang dampak buruk seks bebas di kalangan remaja.
JawaPos.com – Komunitas Pelangi Budaya gelisah. Begitu banyak kasus remaja hamil di luar nikah. Komunitas tersebut lantas menyuarakan keresahannya melalui pantomim. Cari solusi masalah kenakalan remaja.
Afrina Sulistyo dan Muhammad Alfan Suri tampil di panggung. Musik instrumental mengiringi. Dengan make-up wajah putih, mereka bermain peran. Afrina menjadi perempuan yang jatuh cinta kepada Alfan dalam pantomim berjudul ’’Pertanggungjawaban’’.
Nahas, hubungan mereka terlampau jauh. Belum menikah, Afrina hamil duluan. Padahal, usia mereka masih di bawah umur. ’’Ini salah satu contoh kenakalan remaja yang semakin banyak terjadi,’’ kata Alfan. Dia mengangkat tema tersebut dalam festival pantomim se-Jawa Timur di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Selasa (21/2). Festival itu melibatkan 15 kelompok seniman pantomim dari berbagai daerah di Jatim. Mulai Surabaya, Bojonegoro, Jember, dan Gresik.
Alfan menjelaskan, judul dan tema pantomimnya berangkat dari keresahan terhadap anak muda zaman sekarang. Banyak anak muda yang sudah salah pergaulan. ’’Tidak jarang karena pengaruh minuman keras (miras) dan narkoba,’’ papar seniman pantomim asal Jember itu.
Pemuda 19 tahun tersebut berpendapat, pantomim menjadi seni peran yang asyik untuk menyampaikan aspirasi. Agar mudah dipahami, gerak, postur, dan ekspresi harus disiapkan dengan matang. ’’Mengajak penonton berimajinasi,’’ ungkapnya.
Ketua Pelaksana Festival Muhammad Rufin menyatakan, acara tersebut digagas sanggar seni Mine Pause. Acara itu baru pertama. Namun, antusiasme peserta luar biasa. Mulai tingkat sekolah dasar (SD), menengah pertama (SMP), menengah atas (SMA), hingga mahasiswa dan pelaku seni.
Juri lomba tersebut ialah Jemek Supardi yang dikenal sebagai bapak pantomim Indonesia dan seniman pantomim Bojonegoro Mustakim. Ketua Sanggar Mine Pause Miftahul Arifin ingin mengajak seniman pantomin di Jawa Timur untuk berpentas bersama. Bukan hadiah atau reward tujuan utamanya. Yang penting silaturahmi seniman pantomim antardaerah.
Lelaki asal Dukun itu menambahkan, berpantomim tidak mudah. Aktor harus benar-benar hidup agar karyanya menarik. ’’Tidak hanya mengikuti alur cerita dan musik. Yang penting menjiwai,’’ tuturnya. (adi/c15/roz/sep/JPG)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
