
BELUM DITERTIBKAN: Beberapa mobil parkir cukup lama di drop zone di Terminal 1 Bandara Juanda.
JawaPos.com – Pemandangan di sekitar tempat penurunan penumpang (drop zone) Terminal 1 Bandara Internasional Juanda tidak seperti dahulu. Saat ini banyak kendaraan pribadi yang parkir di sepanjang jalur tersebut. Padahal, dahulu kawasan itu steril dan selalu diawasi petugas sekuriti dari PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Juanda.
Aturan kawasan drop zone steril mulai diberlakukan pada 2009. Kala itu, PT AP I Bandara Internasional Juanda mengancam menggembok ban bagi kendaraan yang seenaknya berhenti di area itu. Bahkan, ancaman tersebut benar-benar dibuktikan. Banyak kendaraan yang digembok. Kendaraan itu baru dilepas setelah pemiliknya menghadap ke pos sekuriti dan membuat surat pernyataan.
Ketika itu, untuk berhenti di drop zone, PT AP I Bandara Internasional Juanda hanya memberikan toleransi waktu tidak lebih dari 10 menit. Waktu tersebut digunakan untuk menurunkan penumpang dan barang bawaannya. Setelah itu, mobil dipersilakan menuju tempat parkir.
Kondisi seperti itu tidak tampak Minggu (7/5). Belasan kendaraan parkir di sepanjang drop zone. Tidak ada pengemudi yang menunggu di dalamnya. Durasi parkir kendaraan juga lebih dari 15 menit. Selain itu, tidak tampak petugas yang berupaya datang untuk menggembok ban kendaraan tersebut.
Manajer Sekuriti PT AP I Bandara Internasional Juanda Sukirman menyatakan, upaya sterilisasi tidak hanya menggunakan gembok ban. Tapi, juga dengan cara lain, seperti mengingatkan pemilik kendaraan. Karena itu, dia membantah bahwa petugas di lapangan sengaja membiarkan kendaraan tersebut mendekam di sepanjang drop zone. ’’Pasti sudah masuk pengawasan dan penindakan petugas,’’ ungkapnya.
Dia juga mengatakan, sampai sekarang aturan yang ditetapkan masih sama. Kendaraan tidak boleh parkir di drop zone. Kecuali di beberapa ruas yang diberi warna merah oleh PT AP I. Kawasan itu biasanya diperuntukkan ambulans atau mobil patroli PT AP I. ’’Selain unit itu, tidak boleh,’’ katanya.
Apabila dilakukan pengawasan dan penindakan, kendaraan tidak akan parkir lama. Kenyataannya, banyak mobil yang bisa parkir berjam-jam di lokasi tersebut. Artinya, upaya pengawasan dan penindakan oleh petugas belum efektif.
Sukirman menegaskan bahwa tidak mudah mengusir satu kendaraan yang parkir. Rata-rata mobil ditinggal tanpa pengemudi. Petugas harus mencari pemilik dan memintanya untuk memindahkan kendaraan. Selama pemilik belum datang, kendaraan tetap berada di lokasi itu. ’’Mencari pemiliknya butuh waktu. Karena itu, muncul kesan kendaraan dibiarkan parkir, padahal petugas sedang mencarinya,’’ tegasnya.
Selama ini, kata dia, PT AP I sering merazia pemilik kendaraan yang melanggar aturan. Mereka selalu main kucing-kucingan. Saat ada petugas, sepanjang drop zone steril. Namun, saat petugas meninggalkan kawasan tersebut, pemilik kendaraan kembali mangkal di lokasi itu.
Di sisi lain, upaya sterilisasi drop zone di terminal 2 lebih berhasil jika dibandingkan dengan terminal 1. Kendaraan yang berada di drop zone hanya menurunkan penumpang dan barang bawaannya. Setelah itu, pemilik kendaraan berpindah ke tempat lain. Tertibnya kawasan terminal 2 tidak terlepas dari banyaknya aparat yang berjaga di sekitar lokasi tersebut. (riq/c7/git/sep/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
