
Ilustrasi
JawaPos.com - Proses otopsi terhadap maling motor yang ditembak mati Mayor Tunggul Waluyo telah rampung. Polisi memastikan bahwa jenazah tersebut memang Abdul Aziz. Pria yang terlibat pencurian L 300 di 88 TKP di Surabaya.
Kepastian itu diperkuat dengan keterangan keluarga korban dan ciri-ciri khusus yang melekat di tubuh Aziz. Nah, salah satu tanda khusus yang melekat pada Abdul Aziz yang sempat membuat petugas kaget setengah geli.
Salah seorang sumber internal di kamar jenazah RSUD dr. Soetomo yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan bahwa ciri khusus itu terdapat pada kemaluan dari pria yang juga tangan kanan Sadeng ini. "Di penis korban itu ada kelerengnya," ungkapnya kepada JawaPos.com, Jumat (5/7).
Menurut sumber tersebut, kelereng itu memang ditanam di kemaluan korban. Gunanya untuk memberikan sensasi saat berhubungan intim. "Istrinya juga mengenali itu (kelereng). Jadi memang benar itu suaminya," tambahnya.
Secara terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan bahwa proses otopsi itu memang juga disaksikan oleh keluarga Aziz. "Kami pastikan sekali lagi bahwa itu memang benar dia (Abdul Aziz, Red)," tegas Shinto.
Saat ini, fokus polisi adalah mengejar satu orang kawanan Aziz yang masih belum tertangkap. Shinto mengaku bahwa pihaknya sudah mengantongi nama lengkap pelaku. Namun dia masih enggan memeberkan detailnya kepada media.
Yang jelas, Shinto memastikan bahwa jaringan curanmor Aziz tersebut masih punya hubungan keluarga. "Pelaku yang masih lolos berasal dari Madura juga. Keluarga Aziz juga kenal dengan dia," imbuh mantan Kasatreskrim Polresta Tangerang tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang maling motor bernama Abdul Aziz dan Nadi Binto alias Nafi ditembak mati anggota Kopaska Mayor Tunggul, Rabu dini hari (5/7). Keduanya sempat diberikan tembakan peringatan namun tak digubris. Aziz tewas di lokasi kejadian setelah massa juga menghajarnya dengan memukulkan batu bata ke kepalanya. Sedangkan Nafi, tewas dalam perjalanan saat dirinya mencoba kabur ke rumahnya di Bangkalan, Madura. (did/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
