
GERAK BISU: Mr Pantho alias Luddy Saputro (kiri) berduet dengan Resha Mime mementaskan lakon tentang anak yang hiperaktif dan nakal pada ulang tahun Komunitas Seni Sandradekta.
JawaPos.com – Vakum selama 20 tahun, komunitas seni Sandradekta kembali berkarya dengan menggelar teater monolog. Acara bertajuk Duo Monolog Dua Mime Mono itu menggandeng delapan seniman. Terdapat dua jenis pertunjukan, yakni teater monolog dan puisi. Seni peran yang melibatkan satu orang tersebut dihelat dalam rangka ulang tahun ke-45 Sandradekta.
Sandradekta berdiri pada 21 Februari 1972. Nama Sandradekta merupakan singkatan dari sandiwara, drama, dekorasi, dan tari. Praktiknya, komunitas itu bergerak di bidang tari, teater, dan sastra. ”Anggota komunitas ini sebenarnya ratusan. Namun, kini yang aktif hanya belasan,” ujar Ketua Sandradekta Joko Susanto.
Para seniman teater yang ambil bagian dalam pertunjukan adalah Asmika, Menuk Dj, Resha Mime, dan Luddy Saputro. Sementara itu, puisi dibawakan Mimi Maria, Ucik, Titis, dan Solahudin. ”Semoga malam ini bisa menjadi peringatan ulang tahun sekaligus awal yang baik untuk membangkitkan kembali spirit para seniman teater,” ujar salah seorang pendiri Sandradekta, Asmika, saat ditemui di Pendapa Taman Budaya Jawa Timur Senin malam (27/2).
Para penonton didominasi siswa usia SMA dan masyarakat umum. Mereka duduk lesehan sambil menikmati kacang rebus, singkong rebus, dan pisang rebus di tampah. Acara dibuka dengan pemutaran video profil singkat komunitas.
Setelah itu, doa-doa dipanjatkan sebelum pemotongan tumpeng. Kemudian, penampilan perdana dibuka Luddy Saputro MSn. Luddy atau yang memiliki nama panggung Mr Pantho tampil mengenakan pakaian putih-hitam dan kupluk. Wajah yang dilukis dengan make-up putih turut mendukung penampilannya.
Luddy tampil dalam empat sesi yang berjudul LaluLintas, Koran, AngkatBesi, dan UlangTahun. ”Inti cerita tentang ulang tahun. Pada beberapa bagian, saya akan kolaborasi dengan Resha Mime, salah seorang anak muda yang baru saja merintis hobinya di bidang pantomim,” ujar Luddy yang ditemui ketika geladi resik siang harinya.
Luddy atau Mr Pantho merupakan salah seorang anggota komunitas Sandradekta. Walau baru bergabung beberapa bulan, pengalamannya sebagai seniman cukup mumpuni. Dia merupakan lulusan Institut Kesenian Jakarta. Kini, pria 38 tahun tersebut berprofesi sebagai dosen tetap fakultas seni pertunjukan di almamaternya.
Mr Pantho menjadi seksi sibuk sepanjang jalannya acara. Jika tidak sedang perform, dia bertugas sebagai penerima tamu. Lebih tepatnya, menggoda tamu-tamu yang datang dengan tingkah lucunya. Mr Pantho selalu membawa payung yang dialihfungsikan sebagai tongkat. Selain itu, dia bertugas menjemput tamu-tamu kehormatan yang diundang memberikan sambutan.
Pada puncak acara, Mr Pantho menunjukkan aksi pantomim menggunakan lampu berwarna merah yang ditaruh di kedua jempol tangan. Lampu itu nyala dan mati sesuai gerakan Mr Pantho. Penonton yang didominasi siswa dan masyarakat umum pun dibuat tertawa dengan aksinya. Dari lampu tersebut, Mr Pantho beraksi seakan memakan lampu kemudian mengeluarkannya lewat dubur. Lalu, memasukkan lampu ke telinga kiri, keluar dari telinga kanan.
Setelah itu, Mr Pantho mengeluarkan tali invisible untuk menarik Resha Mime dari belakang panggung. Penampilan Resha pun tak jauh beda dengan Mr Pantho. Bedanya, Resha memiliki image bocah hiperaktif dan nakal. Saat ditarik menggunakan tali, tubuh remaja 13 tahun itu seakan tertarik ke atas panggung. Kedua tangannya memegang kue tar dengan lilin.
Penonton pun kembali bersorak saat batang hidung Resha tersorot lampu panggung. Lilin pun dinyalakan Mr Pantho. Disusul tumpeng nasi kuning yang akan dipotong perwakilan dari anggota dan pendiri komunitas. Setelah prosesi pemotongan tumpeng, dilanjutkan pembacaan puisi dan aksi teater monolog dari anggota komunitas lain. (esa/c17/dos/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
