
Olah TKP pembunuhan di Warkop milik Suwatik
JawaPos.com - Tidak seperti hari-hari biasanya, warung kopi Melek di Jalan Raya Lakarsantri RT 1 RW I, Surabaya masih belum buka. Biasanya, warung milik Suwatik itu sudah buka sejak pukul 07.00 WIB. Namun, Kamis pagi (31/8), pagar warung itu masih terlihat tutup dari jalan.
Tidak ada kecurigaan dari warga sekitar, hingga akhirnya saat pukul 10.00 WIB, Kholil tiba di warung tersebut. Kholil merupakan mandor pembangunan rumah sekaligus orang kepercayaan Watik, sapaan akrab korban. Dia sudah dianggap saudara sendiri. "Setelah saya dekati kok pagar agak kebuka, nggak digembok juga. Saya terus masuk ke dalam," cerita Kholil.
Saat masuk ke dalam, keadaan warung tersebut berantakan. Ada sehelai kain yang ada di lantai warung. Langkah Kholil kemudian menuju ke dalam kamar. Warkop itu luasnya sekitar 5x5 meter persegi. Ada sebuah kamar tidur yang biasa dipakai Watik beristirahat. Tidak ada sekat antara kamar dengan warung, sehingga pengunjung pun bisa melihatnya dari luar.
Sesampainya di kamar, Kholil sungguh terkejut melihat kondisi Watik. Perempuan berusia 55 tahun tersebut telentang di dekat kasur kapuk warna merah muda kombinasi putih. Lantai kamar itu penuh dengan bercak darah.
Watik tewas dengan kondisi penuh luka. Ditemukan luka sayatan di bagian leher dan di tubuhnya. Hingga Kamis sore, polisi belum mengeluarkan statement tentang jumlah luka korban karena proses otopsi masih berlangsung.
Setelah mendapati Watik tak bernyawa, Kholil langsung memberi tahu warga sekitar dan melapor ke Mapolsek Lakarsantri.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi dan melakukan olah TKP. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M. Sinambela juga ikut memeriksa lokasi penemuan jenazah tersebut.
Leonard memastikan bahwa Watik adalah korban pembunuhan. "Di tubuh korban memang terdapat tanda-tanda kekerasan. Sejauh ini kami masih selidiki motifnya," jelas Leonard kepada wartawan.
Polisi juga mendapati fakta, pelaku juga menggondol sepeda motor Honda Beat warna putih milik korban.
Berdasarkan temuan itu, ada dua motif yang masih didalami polisi. Pertama motif dendam. "Kami masih mencari tahu apakah ada keterkaitan antara korban dengan pelaku. Kalau memang mengarah ke orang yang dikenal korban, bisa jadi mengarah pada adanya dendam," jelas Leonard.
Yang kedua adalah motif pencurian murni. Hilangnya motor korban bisa jadi karena pelakunya memang mengincarnya dari awal. "Kalau motifnya pencurian, mungkin korban memergokinya. Karena ketakutan, pelaku lalu terpaksa membunuhnya," lanjutnya.
Kedua motif tersebut sampai saat ini masih di dalami polisi. Berdasarkan pantauan JawaPos.com, Tim Antibandit Polrestabes Surabaya dari Rayon VI dan VII terlihat mengumpulkan informasi dengan bertanya kepada tetangga Watik.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
