
MASSAL: Tahfizhul Quran Akbar di Masjid Agung Surabaya diadakan oleh DPWLDII Provinsi Jatim pada Senin (25/12). Kegiatan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Jatim. Sekitar 30 ribu jemaah menghadiri kegiatan tersebut.
JawaPos.com - Polisi memastikan bahwa perayaan natal di Jawa Timur berlangsung kondusif. Seluruh umat Nasrani dapat beribadah dengan tentram dan nyaman. Selama 24 jam, polisi selalu bersiaga menjaga gereja dan tempat-tempat keramaian.
Hal itu disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin usai menghadiri acara Haloqoh Kubro 20 ribu Tahfizhul Quran di Masjid Al Akbar Surabaya, Senin (25/11). Kepada wartawan, Machfud menyatakan bahwa seluruh rangkaian ibadah Natal berlangsung lancar. Bahkan Machfud juga sempat melempar canda kepada awak media.
"Alhamdulillah, bisa tanya ke pak Kapolrestabes dan Danrem, ada yang aneh-aneh nggak (gangguan keamanan saat Natal)? Kalau nggak ada ngapain nanya," seloroh Machfud. Perwira tinggi bintang dua itu juga mengomentari acara Haloqoh Qubro yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tersebut.
Menurut dia, acara tersebut sungguh luar biasa. Machfud berharap agar para hafidz Al Quran yang mengikuti acara tersebut tidak sekadar menghafalnya. Namun juga mengamalkan ajaran-ajaran dalam Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Machfud lantas menceritakan bagaimana Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan toleransi dengan umat lain. Dia kemudian membandingkannya dengan beberapa kelompok radikal yang masih memaksakan kehendaknya.
"Kalau harus Islam. Nggak semua harus syariat Islam, lah orang Bali mau ke mana, orang NTT mau ke mana? Yang ada di Indonesia itu cengkraman Kebhinekaan," tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1985.
Selama ini, terhadap kelompok-kelompok radikal, Polri tidak tinggal diam. Mereka mengambil tindakan tegas. Namun tetap saja, masih ada yang muncul lagi, seolah tidak kapok. "Pemahaman Islam jangan sempit. Jangan dipotong-potong," pesan Machfud.
Selama pengamanan natal, polisi tetap berdinas. Tidak hanya menjaga keamanan, arus lalu lintas saat long weekend juga mereka perhatikan. Terkait kepadatan lalu lintas, Machfud mengatakan bahwa hal itu sudah biasa. Tidak hanya Natal dan tahun baru, jalanan sudah padat.
Menyiasati hal tersebut, Machfud memerintahkan anggotanya di lapangan agar tetap optimal. Caranyapun dijamin manjur dan bakal dituruti anggotanya. "Anggota tak takoni (saya tanya), kamu masih mau ditaruh di tempat padat? Daripada saya taruh di Maluku Utara, Papua. Ternyata mau, ya kalo gitu aturen," kata polisi asal Ketintang itu lantas tertawa dengan wartawan.
Oleh pewarta, Machfud kemudian diminta untuk menyampaikan ucapan Natal. "Yang merayakan Natal saya ucapkan selamat. Mudah-mudahan dapat keberkahan. Kami, aparat keamanan akan menjaga semaksimal mungkin," tegasnya.
Machfud kemudian diminta untuk menyampaikan pesan hidup bertoleransi kepada warga Jawa Timur. Dengan enteng, Machfud mengatakan tidak perlu lagi berpesan kepada masyarakat Jatim karena memang sudah bisa bertoleransi dengan lingkungan sekitarnya. "Walah, Banser sudah jaga gereja. Nggak usah dipesen-peseni lagi toleransi," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
