Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2017 | 02.50 WIB

Poros Baru Lirik Yenny Wahid

DILIRIK: Yenny Wahid dilirik poros baru untuk dijadikan calon gubernur di pemilihan gubernur Jawa Timur 2018. - Image

DILIRIK: Yenny Wahid dilirik poros baru untuk dijadikan calon gubernur di pemilihan gubernur Jawa Timur 2018.

JawaPos.com- Poros ketiga pilgub Jatim bakal kekurangan satu sekutu mereka. PKS telah menunjukkan kecenderungan kuat mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas.


Meski begitu, masih ada kemungkinan poros ketiga bakal lanjut. Sebab, dua parpol dalam poros baru, yakni Gerindra dan PAN, memiliki total 20 kursi. Cukup untuk mengusung cagub-cawagub sendiri. Lantas, siapa yang akan diusung? Dari sekian nama, kandidat terkuat adalah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid. Putri almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu dinilai layak untuk diusung sebagai cagub.


Sekretaris DPW PAN Jatim Basuki Babussalam mengatakan, Yenny Wahid cukup dikenal di Jatim. ”Apalagi, 90 persen pengikut Gus Dur atau Gusdurian ada di Jatim,” lanjut Basuki. Meski demikian, dia mengatakan bahwa PAN masih berkeliling untuk melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh untuk menjaring masukan. Bukan hanya kandidat, melainkan juga para alim ulama. ”Kami juga membaca survei. Setelah masyarakat menjawab, baru kami bisa membuat pilihan,” tuturnya.


Meski waktunya semakin mepet, Basuki menegaskan bahwa PAN tidak akan terburu-buru mengeluarkan keputusan. ”Bukan bermaksud lambat, tapi kita hanya cermat dan hati-hati. Kita tidak ingin gegabah,” ujarnya


Sebagaimana diketahui, PKS hampir pasti keluar dari poros baru yang diberi nama koalisi Jatim Emas. Partai tersebut memilih mendukung pasangan Gus Ipul-Anas. Dukungan itu disampaikan oleh anggota Fraksi PKS DPR Sigit Sosiantomo saat berkunjung ke Surabaya Kamis lalu (7/12). Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan. Dia menjelaskan, Gus Ipul memang masuk daftar nama yang diajukan DPW PKS Jatim ke DPP. Bahkan, belakangan ini menjadi satu-satunya nama mengingat figur lain kurang kuat dari segi popularitas dan elektabilitas.


Keputusan PKS itu dimaklumi oleh Basuki. Dia mengatakan, setiap partai memang punya mekanisme yang tidak bisa diganggu gugat oleh partai lain. ”Memang kami pernah bertemu bertiga, tapi kami hormati PKS. Toh, belum ada surat keputusan resmi (soal koalisi Jatim Emas, Red),” jelas Basuki. Namun, dia menegaskan bahwa PAN dan Gerindra masih bisa mengusung calon sendiri.


Sejauh ini, lanjut dia, PAN juga mengikuti perkembangan dari dua tokoh yang sudah muncul, Gus Ipul dan Khofifah. Keduanya punya peluang yang sama untuk mendapat dukungan dari PAN. Partai berlambang matahari itu meyakini Gus Ipul dan Khofifah punya kekuatan yang seimbang. ’’Semua kemungkinan bisa terjadi. Entah itu mendukung yang sudah ada atau poros baru,” lanjutnya. Yang terpenting bagi PAN bukan hanya masalah jumlah kursi, melainkan figur.


Basuki menegaskan, PAN sudah berkomitmen untuk menghadirkan figur yang bisa menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat Jatim. Jika ada tokoh selain Gus Ipul dan Khofifah yang ingin maju, jelas Basuki, PAN dan Gerindra akan memberikan kesempatan. Mereka sedang menawarkan posisi bacagub dan bacawagub itu kepada semua tokoh kebangsaan di Jatim.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore