
BANGKITKAN SEMANGAT: Aziz Muslim memberi motivasi kepada 25 peserta Akademi Wirausaha Rabu (6/9) di ruang Semanggi, Graha Pena.
Semua orang punya cita-cita. Termasuk 25 pemuda yang tergabung dalam Akademi Wirausaha binaan Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya.
THORIQ S.K., Surabaya
TESTIMONI yang disampaikan 25 pemuda di ruang Semanggi, lantai 5 Gedung Graha Pena, cukup mengundang simpati. Mereka bercerita tentang masa kecil, cita-cita, serta masa depan.
Misalnya, Faisal Alfarisi. Pria 20 tahun itu hidup serba kekurangan sejak kecil. Dia terlahir sebagai anak kedua di antara tujuh bersaudara.
Sang ayah pergi meninggalkan mereka. Kehidupan ekonomi pun menjadi tidak keruan. ’’Saya tidak punya mimpi untuk bisa sukses karena hidup serba terbatas,’’ katanya.
Namun, sang ibu terus memberikan semangat. Satu kalimat dari ibunya yang selalu diucapkan: Jadilah orang yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
Meski hidup terbatas, dia selalu bersyukur. Sebab, Tuhan masih memberinya anggota tubuh yang sempurna. ’’Gunakan tangan selagi bisa, gunakan kaki selagi mampu. Di mana ada kemauan pasti ada kesempatan,’’ tegasnya.
Cerita lain disampaikan Nur Azizah, 19. Dia ditinggal orang tuanya sejak berusia 2 tahun. Nur tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua kandung. Selama hidup di panti asuhan, Nur mengandalkan bantuan dari para dermawan.
’’Memprihatinkan. Tapi, saya tidak ingin selamanya hidup dalam keprihatinan,’’ ungkapnya.
Semangat Nur untuk bangkit sangat luar biasa. Ada tekad yang menjadi prinsip. Yakni, membantu orang lain sebagaimana orang lain telah membantunya. Dia yakin, ketulusan akan menghasilkan kebahagiaan. ’’Saya pegang prinsip itu hingga sekarang,’’ ucapnya.
Masih ada testimoni lain yang disampaikan dalam forum Akademi Wirausaha tersebut. Ke-25 orang itu merupakan kader pilihan yang dilatih dinsos dalam bidang wirausaha. Selama sebulan mereka digembleng cara membuka dan mengelola usaha. Diharapkan, setelah lulus dari gemblengan itu, mereka bisa mandiri dan bermanfaat bagi orang lain.
Nah, mulai Kamis (7/9) 25 anak tersebut mulai bergelut dengan dunia kerja. Mereka bergabung dengan Jawa Pos untuk belajar tentang marketing. Ada produk yang mereka bawa untuk dipasarkan di tempat yang sudah ditentukan.
Selama belajar dengan Jawa Pos, mereka akan dinilai. Antara lain, perolehan penjualan, cara menawarkan barang, hingga semangat dan kerja keras.
Staf Dinsos Aziz Muslim menyatakan, hasil penilaian akan menentukan nasib mereka. Bisa jadi, mereka yang masuk kriteria dan memiliki nilai bagus akan direkrut Jawa Pos. Namun, mereka yang tidak beruntung tetap tidak rugi. Ada ilmu yang diserap selama magang bersama Jawa Pos. ’’Itulah tujuan akhir Akademi Wirausaha,’’ jelasnya.
Tahun ini merupakan generasi kedua. Dinsos sudah merekrut banyak anak jalanan yang tidak bekerja. Mereka dibina agar mau bekerja. Setelah mereka memiliki kemauan, dinsos memberikan pemahaman tentang kewirausahaan. Tahap terakhir adalah menitipkan mereka kepada perusahaan yang mau memperkerjakan.
Sebenarnya dinsos membutuhkan kerja sama dengan perusahaan lain. Semakin banyak perusahaan, semakin banyak pula anak jalanan yang bisa dibina. Mereka akan dilatih dan disalurkan ke perusahaan-perusahaan tertentu untuk magang. ’’Kalau mereka serius dan berprestasi, ada peluang besar direkrut menjadi karyawan di perusahaan itu,’’ ujarnya.
Kepala Dinsos Supomo menuturkan, masih banyak pemuda di Surabaya yang mengalami masalah sosial. Mereka memiliki potensi, tapi tidak tahu cara memaksimalkannya. Di sisi lain, banyak perusahaan yang mencari karyawan dengan potensi luar biasa. ’’Kami berupaya mempertemukan dua hal tersebut,’’ katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
