Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 November 2015 | 14.40 WIB

Jinakkan Serigala dengan Filosofi Pragmatis

Gol satu-satunya Gary Medel yang membuat Inter menang atas AS Roma - Image

Gol satu-satunya Gary Medel yang membuat Inter menang atas AS Roma

JawaPos.com - Romanisti sempat mendapat angin yang begitu menyejukkan ketika Serie A memasuki giornata keenam, 26 September lalu. 



Saat itu, dengan perubahan taktik yang dilakukan Rudi Garcia, Roma melejit dengan menggasak Carpi 5-1.



Il Lupi atau Si Serigala, julukan Roma, begitu ganas dan lapar ketika melanjutkan tren positif tersebut pada empat laga selanjutnya sekaligus menduduki posisi capolista saat mengalahkan Fiorentina 2-1 di Artemio Franchi 25 Oktober lalu. 



Namun, serigala itu akhirnya harus 'jinak' saat berhadapan dengan Inter Milan di Giuseppe Meazza dinihari kemarin (1/11).



Gol tunggal dari Gary Medel di menit 31 memaksa skuad ibukota harus turun dan merelakannya kepada Inter. Ini merupakan kekalahan back to back yang diderita Roma dari Inter sepanjang 2015 ini. Kekalahan sebelumnya juga didapat di Giuseppe Meazza pada pertemuan kedua musim lalu.



"Ini benar-benar kekalahan yang mengecewakan," ujar bek kiri Roma Lucas Digne seperti dilansir Mediaset Premium. 

"Sangat memalukan karena kami tidak mampu memaksimalkan peluang yang kami miliki. Kami tidak bisa menyelesaikan setiap peluang yang kami dapat," tutur eks bek Paris Saint-Germain tersebut.



Hal yang sama juga diutarakan oleh Garcia seusai pertandingan. 



"Aku melihat pertandingan ini secara utuh," tuturnya seperti dilansir Mediaset Premium. 



"Dari apa yang aku lihat serta statistik yang muncul, aku pikir kami tidak layak untuk kalah seperti ini," keluhnya.



Pernyataan itu mengacu kepada statistik yang terjadi sepanjang laga dinihari kemarin. Roma begitu menguasai lapangan dengan mencatatkan 59,2 persen penguasaan bola sehingga memaksa para pemain Inter bermain dengan menarik garus pertahanan begitu dalam daerahnya dengan luas rata-rata lapangan yang mampu ditutup hanya 43,7 meter. Berbanding 53,4 meter yang mampu dijelajah oleh tim tamu.



Selain itu, Nerazzuri, julukan Inter, hanya mampu melepaskan tiga tembakan ke gawang Wojciech Szczesny serta 371 passing sukses. Dari data itu saja, bisa dibayangkan rapatnya permainan yang dilakukan Roma kepada Nerazzuri, julukan Inter.



Allenatore Inter Roberto Manxini dengan filosofi pragmatis yang dipegangnya memang menyadari bahwa tidak mudah menghadapi Roma yang saat ini berstatus sebagai tim terganas Serie A dengan melesakkan 25 gol. Karena itu, dirinya pun mencoba agar sedapat mungkin para pemain Roma tidak 'berpesta' di daerahnya.



Caranya adalah dengan mematikan pergerakan winger andalan Roma, Gervinho serta Mohamed Salah. La Gazzetta dello Sport memaparkan, musim ini Roma begitu mengandalkan akselerasi Salah-Gervinho yang ditopang oleh kreativitas dan visi bermain dari Miralem Pjanic yang bertindak sebagai playmaker.



Pada laga kemarin, Mancio, sapaan akrab Mancini, memilih untuk menggunakan formasi 4-5-1 dengan menarik Adem Ljajic dan Ivan Perisic yang biasanya berposisi sebagai winger menjadi wingback.



Dengan perubahan posisi Ljajic-Perisic ini, keduanya tidak hanya diharuskan untuk menyerang. Namun juga bertanggung jawab turun membantu lini. Selain itu, mereka juga mempunyai tugas tambahan untuk meredam serangan Roma dari sisi flank dengan cara menggiring Gervinho-Salah ke tengah lapangan.

Editor: Andi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore