
Ilustrasi
JawaPos.com - Francesco Totti begitu girang setelah berhasil menjebol gawang Sassuolo Minggu lalu (20/9).
Totti gembira, karena dia sudah mencapai 300 gol selama 23 tahun perjalanan karirnya bersama AS Roma. Sayangnya, kegembiraan itu berubah menjadi kegetiran lantaran Roma hanya bisa bermain seri 2-2.
"Saya senang bisa mencetak 300 gol. Tapi, saya sedih karena Roma hanya bermain seri," keluh Totti kepada Football Italia.
Roma akan melawat ke Luigi Ferraris menghadapi Sampdoria. Totti belum tentu akan diturunkan sebagai starter dini hari nanti. Artinya, kans Totti untuk menambah koleksi golnya bisa tertutup. Meski nantinya tak menjadi penggawa inti, Rudi Garcia dan pasukannya tak boleh membuat Totti kecewa. Apalagi, akhir pekan ini Totti akan merayakan ulang tahunnya yang ke-39.
Namun, catatan buruk Roma di Luigi Ferraris bisa menjadi ancaman. Selama ini Luigi Ferraris bukan tempat yang indah bagi Giallorossi untuk mendulang angka sempurna. Dari lima kali lawatannya ke stadion berkapasitas 36 ribu tempat duduk itu, hanya sekali Roma meraih victory.
Tapi, ada celah yang bisa dimanfaatkan Garcia dan pasukannya. Mereka harus mampu memanfaatkan kondisi psikologis Angelo Palombo dkk yang baru saja tumbang di kandang Torino 0-2 (20/9). Kemenangan atas Sampdoria juga sekaligus membebaskan Roma dari jadwal padat sepanjang September.
"Karena itu, jika kami memenangi laga besok, kami tinggal melanjutkannya melawan Carpi (26/9) dan mengakhirinya di kandang BATE (30/9)," ujar Garcia dalam konferensi pers.
Pelatih berkebangsaan Prancis itu mencoba untuk tidak panik. Musim lalu, Roma unbeaten hingga jornada kelima dan selalu menang! Sementara, musim ini mereka sudah terpaut empat angka dengan Inter Milan sebagai pemuncak klasemen. Penyebab seretnya perjalanan Roma adalah, karena mereka terlambat panas.
Solusi yang ditawarkan Garcia, dia meminta pasukannya untuk bereaksi cepat di awal babak pertama.
"Kami harus lebih baik lagi, terutama untuk mencetak gol pembeda di babak pertama. Sehingga, di babak kedua kami tinggal melanjutkannya," lanjutnya.
Solusi itu juga bagian dari strategi untuk membekap Sampdoria. Dari statistik awal musim, gol ke gawang Sampdoria selalu terjadi pada interval pertama. Dari enam gol yang sudah merobek jala gawang Emiliano Viviano, lima gol di antaranya terjadi antara menit pertama hingga menit ke-45. Absennya Lorenzo De Silvestri, Mattia Cassani, Andrea Coda serta Angelo Palombo merupakan penyebab buruknya koordinasi pertahanan tim asuhan Welter Zenga itu.
"Sama seperti Torino, Roma juga tim hebat. Kami harus meningkatkan level konsentrasi kami lagi," beber Zenga. (ren/bas/andi/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
