
Vatikan, negara terkecil di dunia yang berada di dalam kota Roma, Italia. (Italy on a Budget Tours)
JawaPos.com - Vatikan dikenal sebagai pusat keyakinan Gereja Katolik sekaligus rumah bagi bangunan ikonik seperti Basilika Santo Petrus dan karya-karya seni Renaisans. Nama “Vatikan” sendiri berasal dari wilayah rawa di tepi barat Sungai Tiber.
Menurut The Vatican Tickets, dengan luas hanya 0,44 kilometer persegi dan populasi sekitar 825 jiwa, Vatikan menjadi negara terkecil di dunia, yang berada di dalam wilayah kota Roma, Italia.
Namun, bagaimana wilayah kecil ini dapat berkembang menjadi sebuah negara berdaulat?
Roma sebagai Pusat Kekristenan
Dilansir dari Britannica, Roma telah menjadi pusat penting Kekristenan sejak masa awal gereja. Santo Petrus, yang dianggap sebagai paus pertama, diyakini hidup dan wafat di Roma.
Pada tahun 313, Kaisar Konstantinus I mengeluarkan Dekret Milan, yang menghentikan penganiayaan terhadap umat Kristen dan membuka jalan bagi berkembangnya gereja, baik secara spiritual maupun material.
Memasuki abad ke-4, gereja telah menguasai berbagai wilayah yang kemudian dikenal sebagai Warisan Santo Petrus, yang berlokasi di dalam dan sekitar Roma.
Pengaruh politik paus semakin kuat pada abad ke-5, terutama ketika Kekaisaran Romawi runtuh. Masyarakat di wilayah Italia tengah mulai bergantung pada paus untuk perlindungan dari berbagai pasukan penjajah. Sekitar tahun 600, gereja bahkan menjadi salah satu pemilik tanah terbesar di dunia.
Pembentukan Negara Kepausan
Landasan hukum otoritas politik gereja terbentuk melalui Donasi Pippin pada tahun 754, yang memberikan paus hak atas sebagian besar wilayah Italia tengah. Pada abad ke-9, Paus Leo IV menyelesaikan pembangunan Tembok Leonin, yang menjadi struktur pertahanan utama di sekitar Vatikan.
Antara abad ke-12 hingga ke-14, Vatikan mengalami masa pembangunan pesat, termasuk pembangunan istana baru serta revitalisasi Tembok Leonin. Namun, kemakmuran ini jatuh setelah tahun 1309 ketika kekuasaan kepausan dipindahkan ke Avignon, Prancis. Kembalinya paus ke Roma pada 1377 menandai dimulainya periode revitalisasi wilayah tersebut.
Ketegangan dengan Italia dan “Tawanan Vatikan”
Proses penyatuan Italia pada abad ke-19 membawa perubahan besar bagi status politik Vatikan. Gereja kehilangan banyak wilayahnya ketika beberapa bagian Negara Kepausan memilih bergabung dengan Kerajaan Sardinia pada 1859. Italia kemudian mengklaim sisa wilayah kepausan pada 1870 dan menjadikan Roma sebagai ibu kota.
Sebagai bentuk protes, para paus setelahnya menolak meninggalkan Vatikan dan dikenal sebagai “tawanan Vatikan”, sebuah sikap simbolis yang berlangsung hampir 60 tahun. Paus tetap berada dalam batas-batas kecil wilayahnya, menegaskan bahwa mereka tidak mengakui aneksasi Italia terhadap Negara Kepausan.
Kemerdekaan Kota Vatikan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
