
Edin Dzeko
JawaPos.com - EUR 24,5 Juta atau setara dengan Rp 377,3 Miliar menjadi nilai yang dikeluarkan oleh AS Roma untuk menyusun skuat sebagai persiapan kompetisi Serie A musim ini. Nominal yang sangat kecil untuk ukuran runner up musim lalu.
Kalah jauh jika dibandingkan dengan pembelian dua Milan yang menyentuh angka EUR 145 Juta atau Rp 2,23 Triliun. Bahkan pembelian tersebut tidak sampai setengah dari yang dikeluarkan Juventus selama dua bulan terakhir ini.
Rp 377 Miliar itu pun lebih banyak dihabiskan untuk mematenkan status beberapa pemain pilarnya. Sebut saja gelandangan Belgia berdarah Indonesia Radja Nainggolan yang diakuisisi penuh dari Cagliari setelah ditebus dengan harga EUR 9 Juta (Rp 138,6 Miliar).
Tidak banyak muka baru yang mendarat di Stadio Olimpico, markas Roma, musim ini. Kebanyakan dari mereka didapatkan dengan status on loan atau pinjaman seperti winger Mohamed Salah dari Chelsea, maupun striker Bosnia Edin Dzeko dari Manchester City.
Berbanding terbalik, dari sisi income, mereka mengalami surplus. Itu terlihat dari keputusan mereka melepas dua pemain penting mereka ke Milan, Andrea Bertolacci dan Alessio Romagnoli, dengan total transfer EUR 45 Juta (Rp 693 Miliar). Ini berarti mereka memutuskan lebih banyak mengeluarkan pemain daripada menambah amunisi baru.
Baru-baru ini, seperti dilansir Football Italia, allenatore Rudi Garcia resmi meminjam bek tengah Antonio Rudiger dari VfB Stuttgart serta berusaha mendekat bek Liverpool Mamadou Sakho meskipun ditolak mentah-mentah oleh klub berjuluk The Reds dengan alasan manajer Brendan Rodgers masih membutuhkannya untuk melapisi Martin Skrtel dan Dejan Lovren.
Dengan keputusan timpang tersebut, banyak yang meragukan Roma tidak akan banyak berbicara di pentas Serie A musim ini. Benarkah?
Eks pelatih timnas Italia selama dua periode Macello Lippi mengingatkan kontestan Serie A lainnya bahwa masih terlalu dini untuk mencoret Il Lupi, sebutan Roma, dari daftar pesaing scudetto hanya karena pergerakan mereka yang tidak terlalu agresif di bursa transfer.
Lippi menjelaskan, Francesco Totti dkk masih bisa memberikan perlawanan sengit kepada Juventus. "Mereka mempersempit jarak terhadap Juventus," ungkapnya dalam wawancara dengan Tuttosport.
Mengapa Lippi, yang terakhir kali menangani tim Tiongkok Guangzhou Evergrande, berani memprediksi bahwa mantan klub asuhannya akan direpotkan oleh tim asal ibukota tersebut? Jawabannya ternyata ada pada barisan lini depan mereka.
"Lihat saja barisan striker mereka. Dzeko, Salah, Totti, (Juan) Iturbe), serta (Victor) Ibarbo. Mereka adalah tim yang kuat. Tim yang tidak banyak mengalami perubahan belum tentu tim lemah. Justru mereka adalah tim yang mempunyai keberanian serta rencana jangka panjang yang bagus," paparnya.
Kedatangan Dzeko sendiri menjadi magnet baru yang akan membawa I Giallorossi, sebutan lain Roma, menuju kejayaan. Banyak yang mengatakan bahwa Dzeko mirip dengan penyerang legendaris Roma Gabriel Batistuta.
Salah satunya adalah usia mereka yang sama-sama diklaim sebagai usia emas bagi seorang penyerang ketika memutuskan untuk menerima proposal Roma.
Dzeko bergabung ketika usianya menginjak 29 tahun, sementara Batigol, panggilan akrab Batistuta, berumur 31 tahun saat menginjakan kaki di Olimpico 2000 silam.
Keyakinan bahwa Dzeko bisa seperti Batistuta pun datang dari mantan rekannya di mantan pemain Roma Damiano Tommasi. Tommasi yang kini menjabat sebagai Presiden Asosiasi Pesepakbola Italia itu mengatakan bahwa Dzeko mengingatkannya dengan penyerang asal Argentina tersebut.
"Jika saya disuruh membuat perbandingan, saya jadi ingat dengan Batistuta. Kemampuan mengolah bola mereka sama. Mungkin yang berbeda terletak pada karisma yang dipunyai oleh pemain Argentina tersebut," paparnya seperti dilansir Sky Sport.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
