
Penyebab anak muda merasa tua, psikologi kesehatan mental yang terabaikan./Magnific/ magnific
JawaPos.com – Merasa tua ketika usia masih tergolong muda bukanlah pengalaman yang selalu berkaitan dengan kepribadian yang dianggap lebih dewasa. Di balik perasaan tersebut, ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental, kondisi fisik, hingga cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari.
Tidak sedikit anak muda yang merasa kehabisan energi, kehilangan semangat untuk bersosialisasi, atau terbebani oleh tanggung jawab yang terasa terlalu besar. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat membuat mereka merasa seolah-olah telah melewati lebih banyak fase kehidupan dibandingkan teman sebaya.
Dilansir dari laman YourTango, terdapat enam faktor yang dapat membuat seseorang merasa lebih tua daripada usia sebenarnya. Mulai dari kelelahan akibat pekerjaan hingga tekanan fisik dan emosional, berbagai pengalaman tersebut perlu dipahami agar seseorang dapat mengenali penyebabnya dan mencari cara untuk mengatasinya.
Pekerjaan memang membutuhkan tenaga dan pikiran. Namun, ketika tuntutan terus meningkat tanpa disertai waktu istirahat yang cukup, seseorang berisiko mengalami kelelahan fisik dan mental atau burnout.
Dampaknya tidak hanya terasa ketika bekerja, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan di luar pekerjaan. Aktivitas yang sebelumnya menyenangkan, seperti bertemu teman, bepergian, atau menghabiskan akhir pekan bersama orang terdekat, mulai terasa melelahkan.
Akibatnya, sebagian anak muda lebih memilih tinggal di rumah karena tidak memiliki cukup energi untuk melakukan kegiatan sosial. Jika berlangsung dalam waktu lama, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan perasaan kesepian dan keterasingan.
Kondisi ini juga dapat membuat seseorang lebih menyukai kegiatan yang tenang dan tidak menguras tenaga. Pilihan untuk beristirahat di rumah tentu bukan masalah, tetapi penting untuk memahami apakah hal tersebut berasal dari preferensi pribadi atau kelelahan yang belum tertangani.
Stres tidak hanya dialami oleh orang yang sudah memasuki usia dewasa matang. Anak muda pun dapat menghadapi tekanan berat, terutama ketika harus mengurus banyak tanggung jawab sekaligus tanpa dukungan yang memadai.
Sebuah penelitian yang melibatkan akademisi dari North Carolina State University menemukan adanya hubungan antara tingkat stres yang tinggi dan perasaan memiliki usia yang lebih tua pada mahasiswa.
Tekanan berkepanjangan dapat muncul dari berbagai persoalan, seperti tuntutan pendidikan, pekerjaan, hubungan pribadi, maupun ketidakpastian mengenai masa depan. Ketika masalah datang secara bersamaan, seseorang bisa merasa harus menghadapi beban yang biasanya diasosiasikan dengan fase kehidupan yang lebih matang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022