Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 02.23 WIB

Bukan Karena Usia, Ini 6 Alasan Anak Muda Kehilangan Energi dan Semangat Hidup

Penyebab anak muda merasa tua, psikologi kesehatan mental yang terabaikan./Magnific/ magnific - Image

Penyebab anak muda merasa tua, psikologi kesehatan mental yang terabaikan./Magnific/ magnific

JawaPos.com – Merasa tua ketika usia masih tergolong muda bukanlah pengalaman yang selalu berkaitan dengan kepribadian yang dianggap lebih dewasa. Di balik perasaan tersebut, ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental, kondisi fisik, hingga cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari.

Tidak sedikit anak muda yang merasa kehabisan energi, kehilangan semangat untuk bersosialisasi, atau terbebani oleh tanggung jawab yang terasa terlalu besar. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat membuat mereka merasa seolah-olah telah melewati lebih banyak fase kehidupan dibandingkan teman sebaya.

Dilansir dari laman YourTango, terdapat enam faktor yang dapat membuat seseorang merasa lebih tua daripada usia sebenarnya. Mulai dari kelelahan akibat pekerjaan hingga tekanan fisik dan emosional, berbagai pengalaman tersebut perlu dipahami agar seseorang dapat mengenali penyebabnya dan mencari cara untuk mengatasinya.

1. Kelelahan Kerja yang Menguras Energi

Pekerjaan memang membutuhkan tenaga dan pikiran. Namun, ketika tuntutan terus meningkat tanpa disertai waktu istirahat yang cukup, seseorang berisiko mengalami kelelahan fisik dan mental atau burnout.

Dampaknya tidak hanya terasa ketika bekerja, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan di luar pekerjaan. Aktivitas yang sebelumnya menyenangkan, seperti bertemu teman, bepergian, atau menghabiskan akhir pekan bersama orang terdekat, mulai terasa melelahkan.

Akibatnya, sebagian anak muda lebih memilih tinggal di rumah karena tidak memiliki cukup energi untuk melakukan kegiatan sosial. Jika berlangsung dalam waktu lama, kebiasaan tersebut berpotensi menimbulkan perasaan kesepian dan keterasingan.

Kondisi ini juga dapat membuat seseorang lebih menyukai kegiatan yang tenang dan tidak menguras tenaga. Pilihan untuk beristirahat di rumah tentu bukan masalah, tetapi penting untuk memahami apakah hal tersebut berasal dari preferensi pribadi atau kelelahan yang belum tertangani.

2. Stres Berkepanjangan pada Usia Muda

Stres tidak hanya dialami oleh orang yang sudah memasuki usia dewasa matang. Anak muda pun dapat menghadapi tekanan berat, terutama ketika harus mengurus banyak tanggung jawab sekaligus tanpa dukungan yang memadai.

Sebuah penelitian yang melibatkan akademisi dari North Carolina State University menemukan adanya hubungan antara tingkat stres yang tinggi dan perasaan memiliki usia yang lebih tua pada mahasiswa.

Tekanan berkepanjangan dapat muncul dari berbagai persoalan, seperti tuntutan pendidikan, pekerjaan, hubungan pribadi, maupun ketidakpastian mengenai masa depan. Ketika masalah datang secara bersamaan, seseorang bisa merasa harus menghadapi beban yang biasanya diasosiasikan dengan fase kehidupan yang lebih matang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore