Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 03.54 WIB

Jangan Asal Makan, Perhatikan Ciri-Ciri Makanan Basi agar Terhindar dari Risiko Keracunan

Ilustrasi ciri-ciri makanan basi/dinkes.acehprov - Image

Ilustrasi ciri-ciri makanan basi/dinkes.acehprov

JawaPos.com-Makanan yang telah diolah bisa menjadi sumber penyakit apabila sudah mengalami kerusakan ataupun basi. 

Beberapa ciri-ciri makanan yang sudah tidak layak konsumsi dapat diamati melalui perubahan aroma, warna, tekstur, sampai munculnya zat atau benda yang tidak seharusnya.

Mengamati kondisi makanan dengan lebih teliti sebelum dikonsumsi penting dilakukan untuk menghindari berbagai risiko bahaya kesehatan.

Makanan yang sudah rusak atau terkontaminasi dapat berisiko menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari alergi sampai keracunan makanan.

Berdasarkan informasi dari laman /dinkes.banyumaskab dan dinkes.acehprov yang dikutip pada (02/09) berikut tanda-tanda makanan anda sudah basi atau tidak layak konsumsi yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak buruk pada kondisi kesehatan anda. 

Makanan yang sudah basi dapat diamati melalui indera penciuman. Makanan basi pada umumnya mengalami perubahan aroma, akibat proses pembusukan. Jika makanan anda mengeluarkan bau tidak sedap seperti asam, tengik, atau berbau lebih menyengat dari kondisi biasanya, maka hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa makanan sudah mengalami penurunan kualitas.   

Selain muncul perubahan aroma, kondisi makanan yang sudah basi umumnya juga bisa terlihat secara kasat mata perubahan warnanya. Makanan yang mengalami perubahan warna secara tidak biasa, seperti kehijaun, kehitaman, atau tampak lebih kusam, dan gelap, perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda makanan sudah basi dan rusak . 

Tekstur makanan juga dapat menjadi petunjuk bahwa kualitas makanan yang dihidangkan telah menurun. Perubahan dapat terlihat dari permukaan makanan yang menjadi berlendir, lengket, atau lebih lembek, terutama pada bahan makanan segar seperti buah dan sayuran. Jika teksturnya berubah secara tidak biasa maka sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan tersebut. 

Perhatikan jika terdapat benda-ataupun zat-zat asing yang seharusnya tidak terdapat pada makanan seperti jamur, lendir, serangga, mikroorganisme, ataupun kotoran kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan makanan telah mengalami kerusakan atau kontaminasi. Sebaiknya, buang makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan ataupun risiko keracunan makanan.  

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore