
Ilustrasi ciri-ciri makanan basi/dinkes.acehprov
JawaPos.com-Makanan yang telah diolah bisa menjadi sumber penyakit apabila sudah mengalami kerusakan ataupun basi.
Beberapa ciri-ciri makanan yang sudah tidak layak konsumsi dapat diamati melalui perubahan aroma, warna, tekstur, sampai munculnya zat atau benda yang tidak seharusnya.
Mengamati kondisi makanan dengan lebih teliti sebelum dikonsumsi penting dilakukan untuk menghindari berbagai risiko bahaya kesehatan.
Makanan yang sudah rusak atau terkontaminasi dapat berisiko menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari alergi sampai keracunan makanan.
Berdasarkan informasi dari laman /dinkes.banyumaskab dan dinkes.acehprov yang dikutip pada (02/09) berikut tanda-tanda makanan anda sudah basi atau tidak layak konsumsi yang perlu diwaspadai karena dapat berdampak buruk pada kondisi kesehatan anda.
Baca Juga:Jangan Asal Simpan Makanan, Ini Cara Menyimpan Makanan agar Tidak Cepat Basi dan Picu Keracunan
Bau
Makanan yang sudah basi dapat diamati melalui indera penciuman. Makanan basi pada umumnya mengalami perubahan aroma, akibat proses pembusukan. Jika makanan anda mengeluarkan bau tidak sedap seperti asam, tengik, atau berbau lebih menyengat dari kondisi biasanya, maka hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa makanan sudah mengalami penurunan kualitas.
Warna
Selain muncul perubahan aroma, kondisi makanan yang sudah basi umumnya juga bisa terlihat secara kasat mata perubahan warnanya. Makanan yang mengalami perubahan warna secara tidak biasa, seperti kehijaun, kehitaman, atau tampak lebih kusam, dan gelap, perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda makanan sudah basi dan rusak .
Tekstur
Tekstur makanan juga dapat menjadi petunjuk bahwa kualitas makanan yang dihidangkan telah menurun. Perubahan dapat terlihat dari permukaan makanan yang menjadi berlendir, lengket, atau lebih lembek, terutama pada bahan makanan segar seperti buah dan sayuran. Jika teksturnya berubah secara tidak biasa maka sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan tersebut.
Muncul benda asing atau zat yang tidak biasa
Perhatikan jika terdapat benda-ataupun zat-zat asing yang seharusnya tidak terdapat pada makanan seperti jamur, lendir, serangga, mikroorganisme, ataupun kotoran kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan makanan telah mengalami kerusakan atau kontaminasi. Sebaiknya, buang makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan ataupun risiko keracunan makanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Prediksi Skor Flamengo vs Estudiantes: Misi Tuan Rumah Amankan Tiket Final Copa Libertadores 2026
Prediksi Skor PSBS Biak vs Barito Putera: Laskar Antasari Berpeluang Menang Telak
Prediksi Skor Alaves vs Malaga: Tuan Rumah Berpeluang Menang Satu Gol
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022