Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02.43 WIB

Orang yang Merasa Kelelahan dan Burnout Biasanya Bergumul dengan 5 Hal di Tempat Kerja

Ilustrasi pekerja mengalami kelelahan atau burnout (magnific) - Image

Ilustrasi pekerja mengalami kelelahan atau burnout (magnific)

 

JawaPos.com - Kenali lima hal yang sering menjadi pergumulan orang-orang yang mengalami kelelahan dan burnout di tempat kerja.

Tanda-tanda kelelahan ini umumnya tidak disadari namun dapat dilihat mulai dari sulit fokus hingga kehilangan motivasi.

Rasa lelah setelah bekerja merupakan hal yang wajar. Namun, ketika kelelahan kerja berlangsung terus-menerus dan mulai memengaruhi motivasi, konsentrasi, hubungan dengan rekan kerja, hingga kehidupan di luar kantor, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Burnout di tempat kerja sering kali tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan ketika seseorang terus menghadapi tekanan, tuntutan pekerjaan, kurangnya kontrol, atau merasa usahanya tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima.

Dirangkum dari laman YourTango, pembahasan berikut merupakan gambaran umum mengenai pengalaman yang dapat muncul ketika seseorang mengalami kelelahan kerja dan burnout, bukan diagnosis terhadap kondisi seseorang.

Lantas seperti apa? Inilah lima hal yang sering menjadi pergumulan orang-orang yang mengalami kelelahan dan burnout di tempat kerja.

1. Sulit Memisahkan Pekerjaan dari Kehidupan Pribadi

Salah satu pergumulan yang sering dirasakan ketika seseorang mengalami burnout adalah pekerjaan terus terbawa hingga ke luar jam kerja.

Tubuh mungkin sudah berada di rumah, tetapi pikiran masih sibuk memikirkan email, target, rapat, pekerjaan yang belum selesai, atau masalah yang terjadi di kantor.

Pada awalnya, seseorang mungkin menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab. Namun, jika terjadi setiap hari, waktu istirahat menjadi tidak benar-benar digunakan untuk memulihkan energi.

Akibatnya, seseorang dapat merasa seolah-olah tidak pernah benar-benar meninggalkan pekerjaannya.

Kesulitan memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi juga dapat membuat aktivitas yang sebelumnya menyenangkan terasa kurang menarik. 

Waktu bersama keluarga atau teman menjadi terganggu karena pikiran masih tertuju pada urusan kantor.

Karena itu, kemampuan membuat batas yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi penting. 

Tidak semua pesan harus langsung dibalas ketika hari kerja telah selesai, terutama jika pekerjaan tersebut tidak bersifat darurat.

2. Kehilangan Motivasi untuk Melakukan Pekerjaan

Orang yang mengalami burnout tidak selalu berhenti bekerja. Justru, mereka mungkin tetap datang ke kantor, menyelesaikan tugas, dan memenuhi tanggung jawab seperti biasa.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore