
Ilustrasi otak yang menghadapi panas ekstrem hingga membuat kemampuan berpikir ikut melambat / Foto: (PsyPost)
JawaPos.com — Cuaca panas ekstrem bukan hanya membuat tubuh gerah dan cepat lelah. Suhu lingkungan yang terlalu tinggi juga dapat membuat seseorang lebih sulit berpikir, berkonsentrasi, mengingat informasi, hingga mengambil keputusan. Kondisi ini terjadi karena tubuh dan otak harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh tetap normal.
Fenomena tersebut berkaitan dengan cara tubuh merespons cuaca panas. Tubuh manusia berusaha mempertahankan suhu inti sekitar 37 derajat Celsius karena suhu tersebut penting bagi metabolisme, aktivitas enzim, dan berbagai fungsi tubuh. Ketika suhu lingkungan meningkat, sistem pengatur suhu tubuh segera bekerja untuk mencegah kenaikan suhu inti.
Dilansir dari PsyPost, Selasa (25/8/2026), reseptor suhu atau termoreseptor di dekat permukaan kulit akan mengirimkan sinyal ke hipotalamus. Bagian otak ini berfungsi sebagai pusat pengatur suhu tubuh dan kemudian mengoordinasikan berbagai mekanisme untuk membuang panas.
Salah satunya dengan meningkatkan aliran darah menuju kulit dan memicu produksi keringat. Sistem saraf mengatur pembuluh darah serta kelenjar keringat agar tubuh dapat melepaskan panas secara efektif.
Masalahnya, proses mempertahankan suhu tubuh tersebut membuat sistem saraf dan otak harus bekerja lebih keras. Beban tambahan untuk menjaga tubuh tetap dingin dapat mengurangi kemampuan otak dalam menjalankan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi dan perhatian dalam waktu lama.
Akibatnya, panas ekstrem dapat membuat otak terasa “lemot”. Seseorang mungkin lebih sulit berkonsentrasi atau merasa tugas sederhana membutuhkan usaha lebih besar.
Dampaknya dapat semakin kuat ketika seseorang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik karena otot yang bekerja menghasilkan panas tambahan.
Panas Ekstrem Mengganggu Kerja Neuron
Suhu tinggi juga dapat memengaruhi neuron secara langsung. Sel saraf bekerja melalui arus listrik dan pelepasan neurotransmiter yang melibatkan enzim, protein, serta perpindahan ion bermuatan. Seluruh proses tersebut sensitif terhadap perubahan suhu.
Dalam kondisi normal, otak dapat melakukan penyesuaian untuk mempertahankan fungsi tersebut. Namun, ketika panas terlalu tinggi, keseimbangan kerja neuron dapat terganggu. Akibatnya, fungsi yang membutuhkan kerja otak seperti konsentrasi, memori, dan pengambilan keputusan dapat ikut terpengaruh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022