
seseorang yang berusaha mendapat perhatian (Magnific/New Africa)
Menariknya, semakin keras seseorang berusaha mendapatkan perhatian, terkadang justru semakin kecil kemungkinan perhatian itu datang secara alami. Sebaliknya, orang yang mampu menunjukkan rasa percaya diri, memberikan ruang, membangun koneksi emosional, dan memiliki kehidupan sendiri sering kali terlihat jauh lebih menarik.
Karena itu, jika kamu sedang berusaha mendapatkan perhatian atau menciptakan daya tarik terhadap seseorang, jangan hanya berpikir tentang “Bagaimana caranya agar dia menyukaiku?”. Pertanyaan yang lebih sehat adalah: “Bagaimana caranya agar aku bisa menciptakan interaksi yang membuat kami sama-sama merasa nyaman dan tertarik?”
Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (21/8), terdapat delapan cara yang dapat membantu, berdasarkan prinsip-prinsip psikologi sosial dan komunikasi interpersonal.
1. Tunjukkan Ketertarikan, Tetapi Jangan Terlihat Terlalu Mengejar
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika menyukai seseorang adalah memberikan perhatian secara berlebihan.
Kamu mungkin terus mengirim pesan, selalu memulai percakapan, selalu tersedia kapan pun dia membutuhkan, atau berusaha mengetahui setiap aktivitasnya. Pada awalnya hal ini mungkin terlihat sebagai bentuk perhatian. Namun jika dilakukan terus-menerus tanpa adanya timbal balik, hubungan dapat terasa tidak seimbang.
Dalam interaksi sosial, manusia cenderung menghargai hubungan yang terasa saling menguntungkan. Ketertarikan akan lebih sehat ketika perhatian datang dari kedua belah pihak, bukan hanya dari satu orang yang terus berusaha mendapatkan respons.
Karena itu, tunjukkan bahwa kamu tertarik, tetapi tetap berikan ruang.
Misalnya, ketika sedang berbicara dengannya, dengarkan dengan sungguh-sungguh, tanyakan sesuatu yang relevan, dan tunjukkan bahwa kamu mengingat hal-hal kecil yang pernah ia ceritakan.
Namun setelah percakapan selesai, tidak perlu selalu mencari alasan untuk menghubunginya kembali.
Ada perbedaan antara menunjukkan ketertarikan dan mengejar validasi.
Ketertarikan mengatakan:
“Aku senang berbicara denganmu.”
Sedangkan kebutuhan akan validasi sering kali berbicara seperti:
“Aku harus memastikan kamu tetap memperhatikanku.”
Perbedaan ini sangat penting.
Orang yang mampu menunjukkan ketertarikan tanpa kehilangan dirinya sendiri biasanya terlihat lebih percaya diri.
2. Bangun Kontak Mata dan Hadir Sepenuhnya Saat Berbicara
Daya tarik tidak hanya dibangun melalui kata-kata. Cara seseorang hadir ketika berinteraksi juga memainkan peran besar.
Ketika berbicara dengan seseorang yang kamu sukai, cobalah memberikan perhatian penuh. Jangan sibuk melihat ponsel, memikirkan apa yang akan kamu katakan berikutnya, atau terus mencari tanda apakah dia menyukaimu.
Dengarkan.
Tatap matanya secara natural.
Berikan respons yang menunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami pembicaraannya.
Kontak mata yang wajar dapat membantu menciptakan rasa keterhubungan. Namun jangan mengubahnya menjadi tatapan terus-menerus yang justru membuat orang merasa tidak nyaman.
Kuncinya adalah natural dan seimbang.
Selain kontak mata, perhatikan ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Senyum kecil ketika mendengar sesuatu yang menyenangkan, mengangguk ketika ia berbicara, dan posisi tubuh yang terbuka dapat menunjukkan bahwa kamu benar-benar terlibat dalam percakapan.
Sering kali, seseorang merasa tertarik bukan karena lawan bicaranya mengatakan sesuatu yang luar biasa, tetapi karena ia merasa didengarkan dan dihargai.
Itulah sebabnya kemampuan mendengarkan bisa menjadi salah satu bentuk daya tarik yang sangat kuat.
3. Jangan Berusaha Terlalu Keras untuk Terlihat Sempurna
Banyak orang mengira bahwa untuk menarik perhatian, mereka harus menunjukkan versi terbaik dirinya setiap saat.
Mereka berusaha terlihat pintar.
Berusaha selalu lucu.
Berusaha tidak pernah salah.
Berusaha terlihat sukses.
Berusaha membuat hidupnya tampak sempurna.
Padahal, kesempurnaan yang terlalu dibuat-buat justru dapat menciptakan jarak.
Dalam hubungan interpersonal, keaslian sering kali membuat seseorang terasa lebih mudah didekati. Orang lain dapat merasakan ketika seseorang sedang berusaha terlalu keras untuk mendapatkan pengakuan.
Bukan berarti kamu harus menceritakan semua kelemahan kepada seseorang yang baru dikenal. Maksudnya adalah jangan menciptakan karakter palsu hanya agar disukai.
Kalau kamu memang tidak tahu sesuatu, tidak masalah untuk mengatakannya.
Kalau kamu gugup, kamu tidak harus berpura-pura selalu percaya diri.
Kalau kamu memiliki pendapat berbeda, kamu tidak perlu selalu setuju hanya agar mendapatkan persetujuan.
Daya tarik bukan berarti membuat seseorang berpikir bahwa kamu sempurna.
Daya tarik sering kali muncul ketika seseorang merasa:
“Orang ini nyaman dengan dirinya sendiri.”
Dan rasa nyaman terhadap diri sendiri biasanya jauh lebih menarik daripada usaha untuk terlihat sempurna.
4. Miliki Kehidupan dan Tujuanmu Sendiri
Salah satu hal yang dapat membuat seseorang terlihat lebih menarik adalah ketika ia memiliki kehidupan yang tidak sepenuhnya berpusat pada orang yang sedang ia sukai.
Tetap jalani pekerjaanmu.
Tetap lakukan hobimu.
Tetap bertemu teman-temanmu.
Tetap belajar.
Tetap mengejar tujuan pribadi.
Tetap memiliki sesuatu yang membuatmu bersemangat bahkan ketika orang tersebut tidak memberikan perhatian.
Secara psikologis, seseorang yang memiliki identitas dan aktivitas sendiri cenderung menunjukkan kemandirian yang lebih sehat.
Sebaliknya, ketika seluruh perhatian seseorang hanya berpusat pada satu orang, ia bisa menjadi terlalu bergantung pada respons orang tersebut.
Hari-harinya menjadi ditentukan oleh apakah pesan dibalas.
Mood berubah berdasarkan perhatian yang diterima.
Kepercayaan dirinya naik turun berdasarkan bagaimana orang lain memperlakukannya.
Ini bukan hanya melelahkan, tetapi juga dapat membuat hubungan terasa berat.
Daya tarik yang sehat bukan tentang membuat orang lain mengejarmu.
Daya tarik yang sehat adalah ketika kamu tetap menjadi dirimu sendiri meskipun orang lain belum memberikan perhatian yang kamu harapkan.
Dengan kata lain:
Jangan membangun kehidupan hanya untuk membuat seseorang tertarik kepadamu. Bangun kehidupan yang memang kamu sukai, lalu biarkan orang lain melihat kualitasnya.
5. Buat Percakapan Lebih Bermakna
Percakapan yang hanya berisi pertanyaan rutin terkadang sulit menciptakan kedekatan.
“Sudah makan?”
“Lagi apa?”
“Sudah pulang?”
Pertanyaan seperti ini tidak salah. Namun jika seluruh komunikasi hanya berputar di sana, hubungan bisa terasa datar.
Cobalah mengembangkan percakapan menjadi lebih bermakna.
Misalnya, daripada hanya bertanya:
“Kamu suka film?”
Kamu bisa bertanya:
“Film apa yang pernah membuat kamu benar-benar kepikiran setelah selesai menontonnya?”
Atau daripada bertanya:
“Kamu suka traveling?”
Kamu bisa bertanya:
“Kalau bisa pergi ke mana saja tanpa memikirkan pekerjaan atau biaya, kamu ingin pergi ke mana?”
Pertanyaan seperti ini memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menceritakan pengalaman, nilai, impian, dan cara berpikirnya.
Namun jangan mengubah percakapan menjadi wawancara.
Kamu juga perlu membagikan sesuatu tentang dirimu.
Hubungan terbentuk melalui saling membuka diri, bukan hanya satu orang yang terus bertanya sementara yang lain menjawab.
Ketika kamu berbagi pengalaman pribadi yang sesuai dengan konteks, percakapan menjadi lebih manusiawi.
Dari sinilah koneksi emosional dapat berkembang.
6. Gunakan Humor, Tetapi Jangan Menjadikan Orang Lain Sebagai Bahan Permainan
Humor sering kali menjadi salah satu cara paling efektif untuk membuat interaksi terasa menyenangkan.
Seseorang yang mampu membuat orang lain tertawa biasanya lebih mudah menciptakan suasana santai.
Namun humor juga memiliki batas.
Jangan menggunakan ejekan yang menyentuh kelemahan pribadi.
Jangan mempermalukan seseorang demi terlihat lucu.
Jangan membuat candaan yang merendahkan hanya untuk mendapatkan perhatian.
Humor yang sehat membuat keduanya merasa nyaman, bukan satu orang tertawa sementara orang lainnya merasa direndahkan.
Kamu tidak harus menjadi orang paling lucu dalam ruangan.
Terkadang humor sederhana, spontan, dan sesuai situasi justru terasa lebih menarik daripada lelucon yang dipaksakan.
Selain itu, jangan takut menertawakan dirimu sendiri dalam kadar yang wajar.
Kemampuan untuk tidak terlalu serius terhadap diri sendiri dapat menunjukkan rasa percaya diri dan membuat suasana menjadi lebih rileks.
7. Berikan Apresiasi yang Spesifik, Bukan Sekadar Pujian Kosong
Pujian dapat membuat seseorang merasa dihargai. Tetapi tidak semua pujian memiliki dampak yang sama.
“Cantik banget.”
“Ganteng banget.”
“Kamu keren.”
Pujian seperti ini mungkin menyenangkan, tetapi terlalu umum.
Jika kamu ingin membuat seseorang merasa benar-benar diperhatikan, cobalah memberikan apresiasi yang lebih spesifik.
Misalnya:
“Aku suka cara kamu menjelaskan sesuatu. Kamu kelihatan benar-benar memahami apa yang kamu bicarakan.”
Atau:
“Aku perhatikan kamu selalu berusaha menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. Itu menarik.”
Pujian seperti ini menunjukkan bahwa kamu memperhatikan karakter atau perilakunya, bukan hanya penampilannya.
Namun sekali lagi, jangan memberikan pujian secara berlebihan.
Jika setiap percakapan dipenuhi pujian, kata-kata tersebut bisa kehilangan makna.
Pujian yang tulus biasanya lebih berharga daripada puluhan pujian yang diberikan hanya untuk mendapatkan respons.
Yang penting bukan seberapa sering kamu memuji.
Yang penting adalah apakah pujian itu benar-benar kamu maksudkan.
8. Hormati Batasan dan Jangan Memaksakan Ketertarikan
Ini mungkin merupakan bagian yang paling penting.
Tidak semua orang yang kamu sukai akan menyukaimu kembali.
Tidak semua percakapan akan berkembang menjadi hubungan.
Tidak semua usaha akan menghasilkan perhatian.
Dan itu adalah bagian normal dari kehidupan sosial.
Jika seseorang terlihat tidak tertarik, jarang merespons, menghindari interaksi, atau secara jelas mengatakan bahwa ia tidak ingin melanjutkan kedekatan, hormati batas tersebut.
Jangan mencoba menggunakan manipulasi psikologis untuk membuat seseorang berubah pikiran.
Jangan sengaja membuatnya cemburu.
Jangan memberikan perhatian lalu menariknya kembali hanya untuk menghukumnya.
Jangan menggunakan rasa bersalah.
Jangan memaksakan diri masuk ke kehidupannya.
Daya tarik yang sehat tidak membutuhkan manipulasi.
Justru kemampuan untuk menerima penolakan dengan tenang dapat menunjukkan kematangan emosional.
Kamu boleh kecewa.
Kamu boleh sedih.
Tetapi kamu tetap menghormati keputusan orang lain.
Pada akhirnya, tujuan menciptakan daya tarik bukanlah mengendalikan perasaan seseorang, melainkan memberikan kesempatan kepada dua orang untuk menemukan apakah mereka memang memiliki ketertarikan yang sama.
Jadi, Apa yang Sebenarnya Membuat Seseorang Terlihat Menarik?
Jika delapan hal di atas dirangkum, sebenarnya daya tarik bukan sekadar tentang penampilan atau teknik komunikasi tertentu.
Daya tarik sering kali muncul dari kombinasi beberapa kualitas:
percaya diri tanpa arogan, perhatian tanpa posesif, terbuka tanpa kehilangan batasan, humoris tanpa merendahkan, dan memiliki kehidupan sendiri tanpa mengabaikan orang lain.
Yang paling penting, jangan menjadikan perhatian orang lain sebagai ukuran harga dirimu.
Ketika kamu terlalu membutuhkan perhatian, setiap respons akan terasa sangat penting.
Pesan yang tidak dibalas bisa membuatmu cemas.
Percakapan yang singkat bisa membuatmu merasa ditolak.
Sementara ketika seseorang memberikan perhatian, kamu merasa sangat berharga.
Padahal harga dirimu seharusnya tidak bergantung pada hal tersebut.
Orang yang benar-benar nyaman dengan dirinya sendiri tidak perlu memaksa orang lain untuk menyukainya.
Ia cukup menunjukkan siapa dirinya.
Ia berkomunikasi dengan tulus.
Ia memperlakukan orang lain dengan baik.
Ia memiliki kehidupan sendiri.
Dan jika ternyata ketertarikan itu muncul secara timbal balik, hubungan dapat berkembang secara alami.
Penutup
Jika kamu sedang berusaha mendapatkan perhatian dan menciptakan daya tarik, jangan terlalu sibuk mencari “trik psikologi” untuk membuat seseorang tergila-gila kepadamu.
Lebih baik fokus pada kualitas yang membuat hubungan terasa sehat dan menyenangkan.
Dengarkan dengan sungguh-sungguh.
Tunjukkan ketertarikan tanpa mengejar secara berlebihan.
Bangun percakapan yang bermakna.
Gunakan humor dengan bijak.
Berikan apresiasi yang tulus.
Miliki kehidupanmu sendiri.
Dan yang paling penting, hormati batasan orang lain.
Karena daya tarik yang paling kuat bukanlah ketika kamu berhasil membuat seseorang mengejarmu.
Daya tarik yang lebih bermakna adalah ketika seseorang merasa nyaman menjadi dirinya sendiri ketika berada di dekatmu—dan kamu juga tetap nyaman menjadi dirimu sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
