
Ilustrasi orang yang tersenyum./ (Freepik)
JawaPos.com - Kerutan pada wajah sering kali dikaitkan dengan proses penuaan. Namun, kemunculannya tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya usia, melainkan juga berbagai faktor lain seperti gaya hidup, paparan sinar matahari, genetika, hingga menurunnya produksi kolagen dan elastin pada kulit.
Seiring waktu, kulit kehilangan elastisitas dan kelembapan sehingga lebih mudah membentuk lipatan atau garis halus. Meskipun berbagai produk perawatan kulit diklaim mampu membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan, kemunculan kerutan merupakan bagian alami dari proses bertambahnya usia.
Dilansir dari English Jagran, berikut enam jenis kerutan yang paling sering muncul di wajah beserta karakteristiknya.
Forehead lines merupakan garis-garis horizontal yang terbentuk di area dahi. Kerutan ini biasanya tampak saat seseorang mengangkat alis, tetapi seiring bertambahnya usia dapat menjadi lebih jelas meski wajah sedang dalam keadaan rileks.
Frown lines sering dikenal sebagai garis berbentuk angka "11" yang muncul di antara kedua alis. Kerutan ini umumnya terbentuk akibat kebiasaan mengernyitkan dahi saat berpikir, marah, atau mengalami stres, sehingga lama-kelamaan menjadi lebih dalam.
Bunny lines adalah kerutan halus yang muncul di sisi atau bagian atas hidung ketika seseorang tersenyum atau tertawa. Garis ini termasuk kerutan dinamis karena terbentuk akibat gerakan otot wajah yang berulang.
Crow's feet atau garis di sudut mata merupakan salah satu jenis kerutan yang paling umum. Kerutan ini muncul akibat ekspresi wajah seperti tersenyum atau menyipitkan mata, serta dapat menjadi lebih terlihat seiring berkurangnya elastisitas kulit.
Laughter lines atau lipatan nasolabial adalah garis yang memanjang dari sisi hidung hingga sudut mulut. Selain dipengaruhi proses penuaan, garis ini juga dapat semakin terlihat karena ekspresi wajah yang berulang dan paparan sinar matahari dalam jangka panjang.
Lip lines berupa garis-garis vertikal halus yang terbentuk di area atas bibir. Jenis kerutan ini sering dikaitkan dengan berkurangnya kelembapan kulit, paparan sinar ultraviolet, serta proses penuaan alami.
Kerutan terjadi karena kulit secara bertahap kehilangan kolagen dan elastin, dua protein yang berperan menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Selain itu, paparan sinar matahari, kebiasaan merokok, polusi, serta ekspresi wajah yang berulang juga dapat mempercepat munculnya garis-garis halus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022