Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Juli 2026 | 04.52 WIB

Bukan Sekadar Berantakan, Ini 7 Barang yang Sering Ditimbun dan Bikin Stres

Ilustrasi orang yang kamarnya selalu berantakan. (freepik) - Image

Ilustrasi orang yang kamarnya selalu berantakan. (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa suasana rumah atau kamar terus-menerus sesak hingga membuat pikiran makin jenuh? Banyak orang tanpa sadar memiliki kebiasaan menimbun barang-barang yang sebenarnya sudah tidak terpakai lagi. Rasa enggan membuang ini umumnya dipicu oleh rasa bersalah, nostalgia emosional, hingga ketakutan akan pemborosan uang.

Padahal, membiarkan tumpukan barang yang tak berguna terus mengendap dapat memicu stres kronis dan mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari. Dikutip dari Your Tango, ketahui 7 barang yang paling sering ditimbun di rumah serta solusi terbaik untuk membersihkannya:

1. Sisa Makanan yang Terlalu Lama di Kulkas
Menyimpan sisa makanan restoran dengan niat menghemat uang memang langkah bijak. Namun, membiarkannya membusuk di sudut kulkas berisiko membahayakan kesehatan keluarga.

Mengutip panduan resmi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), sisa makanan matang idealnya hanya disimpan di lemari es selama 3 hingga 4 hari, atau 3 hingga 4 bulan jika dibekukan dalam freezer. Jika sudah melewati batas tersebut, segera buang demi menghindari kontaminasi bakteri.

2. Surat Lama dan Kartu Ucapan Bermuatan Emosional
Rasa sentimental kerap menjadi alasan utama seseorang sulit berpisah dengan tumpukan kartu ucapan, surat lama, atau suvenir masa lalu. Ada kekhawatiran bahwa membuang fisik barang tersebut sama saja dengan menghapus kenangan bersama orang terkasih.

Jika tumpukan kertas tersebut mulai memenuhi ruang dan hanya menumpuk debu, cobalah mengabadikannya dalam bentuk foto digital sebelum didaur ulang.

3. Pakaian Rusak atau yang Sudah Tidak Muat
Alasan klasik menyimpan pakaian lama adalah harapan bahwa mode akan berputar atau bentuk tubuh akan kembali seperti semula. Sayangnya, lemari yang terlalu padat justru menyulitkan Anda saat memilih pakaian sehari-hari.

Laporan Global Fashion Agenda mencatat bahwa sampah tekstil dunia mencapai 92 juta ton setiap tahunnya. Jika pakaian Anda masih layak pakai namun tak lagi muat, menyumbangkannya ke lembaga sosial atau menjualnya kembali (thrift) jauh lebih bijak daripada membiarkannya lapuk di lemari.

4. Kabel Elektronik dan Pengisi Daya Misterius
Hampir setiap rumah memiliki satu laci khusus yang dipenuhi gulungan kabel USB usang, adaptor rusak, hingga pengisi daya ponsel (charger) dari perangkat yang bahkan sudah tidak dimiliki lagi.

Kumpulkan seluruh kabel tersebut dan pisahkan mana yang benar-benar masih berfungsi. Salurkan kabel dan perangkat elektronik usang yang sudah tak terpakai ke tempat penampungan daur ulang sampah elektronik (e-waste) terdekat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore