Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 16.01 WIB

7 Alasan Mengapa Kita Membaca Ulasan untuk Barang yang Sudah Kita Beli Menurut Psikologi

seseorang yang sering membaca ulasan. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Pernahkah Anda membeli sebuah produk, lalu beberapa jam atau beberapa hari kemudian justru sibuk membaca ulasan dari pembeli lain? Padahal keputusan membeli sudah dibuat, transaksi sudah selesai, bahkan barang mungkin sudah ada di tangan. Fenomena ini sangat umum terjadi, baik saat membeli smartphone, laptop, pakaian, kendaraan, hingga peralatan rumah tangga.


Secara logika, membaca ulasan sebelum membeli memang masuk akal karena membantu seseorang mengambil keputusan. Namun mengapa kita masih melakukannya setelah pembelian selesai? Bukankah ulasan tersebut sudah tidak lagi memengaruhi keputusan yang telah dibuat?

Ternyata, psikologi memiliki penjelasan menarik mengenai kebiasaan ini. Manusia bukan hanya makhluk rasional, tetapi juga emosional. Setelah membeli sesuatu, otak masih terus bekerja untuk mengevaluasi apakah keputusan tersebut benar atau justru keliru.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (27/7), terdapat tujuh alasan psikologis mengapa kita tetap membaca ulasan setelah membeli suatu barang.

1. Mencari Validasi bahwa Keputusan Sudah Tepat

Alasan terbesar adalah kebutuhan akan validasi. Dalam psikologi, manusia memiliki dorongan untuk memastikan bahwa keputusan yang telah diambil adalah keputusan yang benar.

Setelah mengeluarkan uang, waktu, dan tenaga, kita ingin mendapatkan kepastian bahwa pilihan kita memang layak. Ketika membaca banyak ulasan positif, otak memperoleh sinyal bahwa orang lain juga puas terhadap produk tersebut.

Perasaan ini memberikan rasa nyaman dan meningkatkan keyakinan bahwa uang yang telah dikeluarkan tidak sia-sia.

Sebaliknya, jika menemukan banyak ulasan negatif setelah membeli, seseorang dapat mulai meragukan keputusannya meskipun sebelumnya merasa puas.

2. Mengurangi Cognitive Dissonance

Konsep cognitive dissonance atau disonansi kognitif diperkenalkan oleh psikolog Leon Festinger. Kondisi ini muncul ketika seseorang mengalami konflik antara harapan dan kenyataan.

Misalnya, seseorang membeli ponsel seharga jutaan rupiah. Setelah pembayaran selesai, muncul pertanyaan seperti:

"Apakah saya membeli merek yang tepat?"
"Apakah ada pilihan yang lebih bagus?"
"Apakah saya terlalu mahal membayar produk ini?"

Untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut, otak mencari informasi yang mendukung keputusan yang telah dibuat. Membaca ulasan positif menjadi salah satu cara paling mudah untuk meredakan konflik batin tersebut.

3. Mencari Pengalaman yang Sama dengan Orang Lain

Manusia adalah makhluk sosial. Kita senang mengetahui apakah pengalaman kita sama dengan pengalaman orang lain.

Misalnya setelah membeli mesin kopi, kita mulai membaca komentar seperti:

"Kopi yang dihasilkan sangat enak."
"Awalnya saya juga bingung menggunakannya."
"Setelah seminggu dipakai hasilnya makin bagus."

Komentar semacam ini menciptakan rasa kebersamaan. Kita merasa bahwa pengalaman yang dialami bukan hanya milik kita sendiri.

Fenomena ini dikenal sebagai social proof, yaitu kecenderungan manusia menggunakan pengalaman orang lain sebagai acuan untuk menilai sesuatu.

4. Mencari Tips yang Tidak Dijelaskan dalam Buku Panduan

Tidak semua orang membaca manual produk secara lengkap. Sebaliknya, banyak pengguna lebih percaya pada pengalaman nyata pembeli lain.

Melalui ulasan, seseorang sering menemukan informasi praktis seperti:

cara menggunakan fitur tersembunyi,
pengaturan terbaik,
kesalahan yang harus dihindari,
aksesori yang direkomendasikan,
hingga trik memperpanjang umur produk.

Dalam hal ini, ulasan berubah fungsi dari alat pengambilan keputusan menjadi sumber pengetahuan.

5. Membandingkan Pengalaman Pribadi dengan Pengalaman Orang Lain

Setelah menggunakan produk beberapa hari, seseorang mulai memiliki pengalaman sendiri.

Kemudian muncul rasa penasaran:

"Apakah orang lain juga mengalami hal yang sama?"

Jika ternyata banyak pengguna memiliki pengalaman serupa, rasa percaya terhadap penilaian pribadi menjadi lebih kuat.

Namun jika pengalaman kita berbeda jauh dari mayoritas, kita mulai mengevaluasi apakah produk yang diterima mengalami cacat atau cara penggunaannya yang kurang tepat.

6. Membangun Kepuasan Emosional Setelah Berbelanja

Berbelanja sering kali bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga pengalaman emosional.

Bagi sebagian orang, membeli barang baru memberikan rasa senang, bangga, bahkan menjadi bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Membaca ulasan positif setelah membeli membantu memperpanjang emosi positif tersebut.

Hal ini mirip dengan seseorang yang baru selesai menonton film favorit lalu mencari ulasan atau video pembahasan agar pengalaman menyenangkan tersebut terasa lebih lama.

Dalam psikologi konsumen, perilaku ini termasuk bagian dari post-purchase engagement, yaitu keterlibatan konsumen setelah transaksi selesai.

7. Persiapan Jika Suatu Hari Harus Memberikan Ulasan

Tanpa disadari, ketika membaca ulasan orang lain kita sedang membangun kerangka berpikir untuk membuat ulasan sendiri.

Kita mulai memperhatikan aspek-aspek seperti:

kualitas produk,
pelayanan penjual,
daya tahan,
kelebihan,
kekurangan,
hingga apakah produk sesuai dengan ekspektasi.

Proses ini membantu seseorang menyusun opini yang lebih objektif ketika nanti diminta memberikan penilaian atau rekomendasi kepada orang lain.

Mengapa Ulasan Positif Terasa Sangat Menenangkan?

Otak manusia memiliki kecenderungan mencari konsistensi. Setelah membuat keputusan besar, terutama yang melibatkan pengeluaran uang, kita ingin dunia "mengonfirmasi" bahwa keputusan tersebut benar.

Setiap ulasan positif yang dibaca berfungsi seperti penguatan psikologis. Otak melepaskan rasa lega karena memperoleh bukti tambahan bahwa pilihan tersebut masuk akal.

Sebaliknya, satu ulasan negatif yang sangat meyakinkan kadang mampu menimbulkan keraguan besar, meskipun sebelumnya kita puas menggunakan produk tersebut. Inilah sebabnya banyak orang merasa sedikit menyesal setelah tanpa sengaja membaca komentar negatif mengenai barang yang sebenarnya sudah mereka nikmati.

Apa Artinya bagi Penjual dan Merek?

Fenomena ini menunjukkan bahwa perjalanan pelanggan tidak berhenti saat pembayaran selesai. Justru setelah pembelian, pelanggan masih aktif mencari informasi yang dapat memperkuat keyakinannya.

Karena itu, ulasan pelanggan memiliki peran penting dalam membangun kepuasan jangka panjang. Penjual yang mendorong pembeli memberikan ulasan jujur dan informatif tidak hanya membantu calon pembeli baru, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada pelanggan yang sudah membeli.

Semakin banyak pengalaman positif yang tersedia, semakin besar kemungkinan pembeli merasa puas dan tetap percaya terhadap pilihannya.

Kesimpulan

Membaca ulasan setelah membeli barang bukanlah perilaku yang aneh. Justru, kebiasaan ini mencerminkan cara kerja pikiran manusia dalam mengevaluasi keputusan, mencari validasi, mengurangi keraguan, dan belajar dari pengalaman orang lain.

Tujuh alasan psikologis tersebut meliputi:

Mencari validasi atas keputusan yang telah dibuat.
Mengurangi cognitive dissonance atau konflik batin setelah membeli.
Mencari kesamaan pengalaman dengan pengguna lain.
Mendapatkan tips penggunaan yang lebih praktis.
Membandingkan pengalaman pribadi dengan pengalaman orang lain.
Memperpanjang kepuasan emosional setelah berbelanja.
Menyiapkan diri untuk memberikan ulasan di kemudian hari.

Pada akhirnya, ulasan bukan hanya alat untuk membantu kita memilih produk, tetapi juga menjadi sarana bagi otak untuk merasa lebih yakin bahwa keputusan yang telah diambil adalah keputusan yang tepat. Itulah sebabnya, meskipun barang sudah berada di tangan, banyak orang tetap menghabiskan waktu membaca komentar dan pengalaman pengguna lainnya.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore