Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 19.29 WIB

Penelitian Temukan Wearable Device dengan Vibrasi Ringan Dapat Tingkatkan Kualitas Tidur

ilustrasi sesorang yang tidur / Foto: Pinterest
ilustrasi sesorang yang tidur / Foto: Pinterest
 
JawaPos.com – Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JMIR mHealth and uHealth mengungkap bahwa perangkat wearable dengan teknologi getaran lembut berpotensi membantu seseorang tidur lebih lama tanpa bantuan obat.
 
Temuan ini menjadi kabar baik bagi jutaan orang yang mengalami kurang tidur kronis dan mencari solusi yang aman serta minim efek samping.
 
Dilansir dari Psy Post, teknologi yang dikenal sebagai transcutaneous vibratory stimulation, yaitu getaran ritmis berfrekuensi rendah yang disalurkan melalui kulit menggunakan perangkat wearable seperti Apollo Neuro.
 
Para peneliti meyakini sensasi getaran tersebut mampu memberikan efek menenangkan layaknya sentuhan manusia, sehingga membantu sistem saraf beralih dari kondisi stres menuju relaksasi yang lebih mendukung proses tidur.
 
Penelitian ini menganalisis data dari 935 pengguna Apollo Neuro yang juga menggunakan Oura Ring sebagai pelacak tidur.
 
Selama periode 2019 hingga 2022, tim peneliti mengumpulkan hampir 475 ribu malam data tidur.
 
Hasilnya menunjukkan bahwa semakin lama perangkat digunakan pada malam hari, semakin besar pula peningkatan durasi tidur yang diperoleh.
 
Manfaat dirasakan oleh peserta yang biasanya tidur kurang dari enam jam setiap malam. 
 
Mereka yang menggunakan perangkat selama lebih dari 240 menit berhasil menambah waktu tidur rata-rata sekitar 46 menit.
 
Sementara itu, peserta dengan durasi tidur enam hingga tujuh jam memperoleh tambahan sekitar 35 menit, sedangkan kelompok yang sudah tidur tujuh hingga delapan jam tetap mengalami peningkatan sekitar 13 menit.
 
Tak hanya memperpanjang waktu tidur, penggunaan perangkat ini juga berkaitan dengan peningkatan fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur yang penting untuk proses pemulihan otak, pengolahan emosi, dan pembentukan memori.
 
Selain itu, peluang mengalami malam dengan durasi tidur kurang dari enam jam juga dilaporkan menurun hingga 77 persen pada kelompok yang menggunakan perangkat dalam durasi terlama.
 
Para peneliti menegaskan bahwa studi ini masih bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
 
Mereka berharap penelitian klinis berskala lebih besar dapat dilakukan untuk memastikan efektivitas teknologi getaran ini, sekaligus mengevaluasi manfaatnya bagi penderita gangguan tidur maupun kondisi neurologis lainnya.
 
 
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore