Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 13.13 WIB

Bongkar Rahasia Psikologi: Mengapa Orang Toksik Justru Selalu Punya Banyak Teman?

Ilustrasi orang-orang dalam lingkungan toksik (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi orang-orang dalam lingkungan toksik (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa canggung atau merasa ada yang janggal saat berada di tengah lingkaran pertemanan yang besar? Banyak orang otomatis menyalahkan diri sendiri dan menganggap diri mereka aneh hanya karena memiliki sedikit teman. 

Ada anggapan keliru di masyarakat bahwa semakin banyak teman yang dimiliki seseorang, maka semakin baik pula kepribadiannya. Padahal, realitas psikologis menunjukkan hal yang sebaliknya, orang yang sangat toksik justru sering kali dikelilingi oleh lautan pengikut.

Pada awalnya, sosok toksik memang terlihat sangat menawan, pandai bergaul, memiliki cerita hebat, dan jago membuat Anda merasa istimewa. Citra palsu yang mereka tampilkan membuat orang lain terpikat dan mendambakan validasi dari mereka.

Namun, popularitas ini bukanlah bukti dari hubungan yang sehat. Dikutip dari Your Tango, berikut adalah alasan ilmiah mengapa lingkaran pertemanan orang toksik selalu terlihat ramai:

1. Frekuensi Energi Negatif Saling Menarik Satu Sama Lain

Di tengah masyarakat modern yang sering kali mengukur segala sesuatu berdasarkan uang, status, dan harta benda, banyak orang kesulitan untuk hidup secara autentik. Hal ini memicu lahirnya ego dan energi negatif di dalam diri mereka.

Sesuai hukum frekuensi, energi yang serupa akan menarik energi yang sejenis (like attracts like). Orang-orang dengan motif yang tidak tulus akan saling berkumpul membentuk kelompok besar. 

Di permukaan, mereka tampak sangat kompak melakukan aktivitas menyenangkan bersama, namun di balik layar, lingkaran ini penuh dengan drama, rasa iri, dan penyebaran gosip.

2. Ketakutan Akut Terhadap Kesendirian

Seseorang biasanya tidak terlahir toksik, melainkan terbentuk akibat situasi masa lalu, seperti kurangnya perhatian atau validasi saat masa kanak-kanak. Akibatnya, mereka tumbuh dengan kebutuhan ekstrem akan pengakuan orang lain demi mendongkrak rasa percaya diri mereka sendiri.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore