
Ilustrasi orang-orang dalam lingkungan toksik (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa canggung atau merasa ada yang janggal saat berada di tengah lingkaran pertemanan yang besar? Banyak orang otomatis menyalahkan diri sendiri dan menganggap diri mereka aneh hanya karena memiliki sedikit teman.
Ada anggapan keliru di masyarakat bahwa semakin banyak teman yang dimiliki seseorang, maka semakin baik pula kepribadiannya. Padahal, realitas psikologis menunjukkan hal yang sebaliknya, orang yang sangat toksik justru sering kali dikelilingi oleh lautan pengikut.
Pada awalnya, sosok toksik memang terlihat sangat menawan, pandai bergaul, memiliki cerita hebat, dan jago membuat Anda merasa istimewa. Citra palsu yang mereka tampilkan membuat orang lain terpikat dan mendambakan validasi dari mereka.
Namun, popularitas ini bukanlah bukti dari hubungan yang sehat. Dikutip dari Your Tango, berikut adalah alasan ilmiah mengapa lingkaran pertemanan orang toksik selalu terlihat ramai:
1. Frekuensi Energi Negatif Saling Menarik Satu Sama Lain
Di tengah masyarakat modern yang sering kali mengukur segala sesuatu berdasarkan uang, status, dan harta benda, banyak orang kesulitan untuk hidup secara autentik. Hal ini memicu lahirnya ego dan energi negatif di dalam diri mereka.
Sesuai hukum frekuensi, energi yang serupa akan menarik energi yang sejenis (like attracts like). Orang-orang dengan motif yang tidak tulus akan saling berkumpul membentuk kelompok besar.
Di permukaan, mereka tampak sangat kompak melakukan aktivitas menyenangkan bersama, namun di balik layar, lingkaran ini penuh dengan drama, rasa iri, dan penyebaran gosip.
2. Ketakutan Akut Terhadap Kesendirian
Seseorang biasanya tidak terlahir toksik, melainkan terbentuk akibat situasi masa lalu, seperti kurangnya perhatian atau validasi saat masa kanak-kanak. Akibatnya, mereka tumbuh dengan kebutuhan ekstrem akan pengakuan orang lain demi mendongkrak rasa percaya diri mereka sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022