
Ilustrasi Makanan berlemak (freepik)
JawaPos.com – Meskipun makanan gorengan terasa lezat dan menggugah selera, konsumsi yang dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Jenis makanan yang digoreng atau tinggi lemak ini umumnya mengandung kalori tinggi, lemak jenuh, garam, serta karbohidrat olahan, namun rendah serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Dikutip dari English Jagran, berikut sejumlah potensi risiko kesehatan yang dapat timbul akibat terlalu sering mengonsumsi makanan berminyak atau berlemak.
1. Kembung dan sakit perut
Mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak dapat menyebabkan perut kembung dan sakit perut.
Minyak berlebih memperlambat pencernaan, menyebabkan rasa tidak nyaman, mual, dan radang di perut.
Hal ini memicu perut kembung, kram, dan sakit perut.
2. Penambahan berat badan
Mengonsumsi makanan berminyak secara teratur dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
