
seseorang yang berdamai dengan diri sendiri (Magnific/Wavebreak Media)
JawaPos.com - Ada satu hal yang sering tidak disadari banyak orang tentang proses menua: kedamaian batin tidak datang otomatis bersama usia.
Sebagian orang menjadi lebih tenang dan bijaksana seiring waktu. Namun sebagian lainnya justru semakin mudah cemas, sensitif, lelah secara emosional, dan terus merasa hidupnya “kurang”.
Perbedaannya sering kali bukan pada umur, melainkan pada kebiasaan mental yang terus dipelihara.
Psikologi modern menunjukkan bahwa kualitas hidup emosional sangat dipengaruhi oleh pola pikir dan perilaku sehari-hari. Banyak konflik batin yang kita rasakan sebenarnya bukan berasal dari dunia luar, tetapi dari cara kita memperlakukan diri sendiri.
Kabar baiknya, kedamaian dengan diri sendiri bukan sesuatu yang mustahil dipelajari. Sering kali, itu dimulai dari keberanian untuk melepaskan beberapa perilaku yang selama ini terasa normal.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan perilaku yang sebaiknya mulai ditinggalkan jika Anda ingin menjalani hidup yang lebih ringan, matang, dan damai seiring bertambahnya usia.
1. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Salah satu sumber penderitaan emosional terbesar adalah kebiasaan membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain.
Di era media sosial, ini menjadi semakin sulit dihindari. Kita melihat orang lain tampak sukses, bahagia, mapan, produktif, romantis, atau terlihat “lebih berhasil” dalam hidup.
Tanpa sadar, kita mulai merasa tertinggal.
Padahal psikologi sosial menjelaskan bahwa manusia cenderung melakukan social comparison atau perbandingan sosial secara otomatis. Masalahnya, kita biasanya membandingkan “belakang panggung” hidup kita dengan “sorotan panggung” milik orang lain.
Kita tahu seluruh kekurangan diri sendiri, tetapi hanya melihat sisi terbaik orang lain.
Semakin sering Anda membandingkan diri, semakin sulit merasa cukup.
Orang yang damai dengan dirinya sendiri memahami bahwa hidup bukan perlombaan dengan garis finish yang sama. Setiap orang punya waktu, latar belakang, luka, peluang, dan perjalanan yang berbeda.
Kadang kedewasaan bukan tentang menjadi lebih unggul dari orang lain, tetapi tentang berhenti mengukur nilai diri menggunakan kehidupan orang lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022