
Koleksi Royal Pop dari Audemars Piguet x Swatch. (Monochrome Watches)
JawaPos.com - Kolaborasi antara dua brand asal Swiss, Audemars Piguet (AP) dan Swatch sukses mengguncang industri jam tangan global. Sejak rumor kemitraan keduanya beredar, komunitas kolektor langsung ramai membahas potensi desain, material, hingga nilai resale dari AP x Swatch yang diprediksi menjadi salah satu rilisan paling diburu tahun ini.
Fenomena tersebut muncul karena publik melihat koleksi yang diberi nama Royal Pop itu memiliki formula yang mirip dengan kesuksesan MoonSwatch beberapa tahun lalu. Saat itu, kolaborasi Swatch dengan Omega memicu antrean panjang di berbagai negara dan menciptakan pasar sekunder dengan harga jual jauh di atas retail.
Kini, AP x Swatch hadir membawa ekspektasi yang sama. Banyak kolektor menilai kolaborasi ini mampu membuka akses terhadap nama besar Audemars Piguet ke pasar yang lebih luas, sambil tetap mempertahankan daya tarik eksklusivitas yang selama ini melekat pada brand tersebut.
Secara konsep, AP x Swatch menghadirkan perpaduan dua dunia yang bertolak belakang. Audemars Piguet identik dengan craftsmanship kelas tinggi, produksi terbatas, serta waiting list panjang yang membuat kepemilikan produknya terasa eksklusif. Di sisi lain, Swatch dikenal lewat pendekatan playful, penuh warna, dan dekat dengan kultur pop modern.
Pertemuan dua filosofi tersebut mencerminkan perubahan besar di industri luxury watch global. Pasar jam tangan mewah kini bergerak semakin dinamis dengan dorongan hype culture, collectible value, hingga eksposur media sosial yang masif. Produk jam tangan tidak lagi dipandang semata sebagai penunjuk waktu, melainkan bagian dari identitas, komunitas, dan simbol akses terhadap sesuatu yang sulit dimiliki banyak orang.
Fenomena antrean pembelian AP x Swatch di berbagai negara menjadi bukti nyata perubahan itu. Seperti yang terjadi pada MoonSwatch, banyak pembeli rela datang sejak dini hari demi mendapatkan unit pertama. Kepemilikan produk limited release seperti ini kini memiliki nilai emosional sekaligus finansial.
Di Indonesia, tren serupa juga semakin terlihat. Pasar secondary luxury watch terus berkembang dengan aktivitas jual beli yang sangat aktif. Model-model tertentu dari Rolex, Patek Philippe, Audemars Piguet, hingga Richard Mille kerap diperdagangkan di atas harga retail akibat keterbatasan stok dan tingginya permintaan.
Perubahan itu ikut menggeser cara masyarakat memandang jam tangan mewah. Kini, luxury watch mulai dianggap sebagai bagian dari aset pribadi dengan nilai likuiditas yang nyata.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
