Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Mei 2026 | 03.24 WIB

Orang yang Sering Mematikan Suara Ponselnya Biasanya Menunjukkan 7 Ciri Berikut Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sering mematikan suara ponsel (Magnific/efurorstudio-1) - Image

seseorang yang sering mematikan suara ponsel (Magnific/efurorstudio-1)


JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, ponsel hampir tidak pernah lepas dari genggaman manusia. Notifikasi pesan, panggilan, media sosial, email pekerjaan, hingga berbagai aplikasi hiburan terus berbunyi tanpa henti. Banyak orang merasa harus selalu siap merespons setiap getaran dan suara yang muncul dari layar kecil tersebut.

Namun, ada sebagian orang yang justru lebih sering mematikan suara ponselnya. Mereka memilih mode senyap, mengurangi notifikasi, atau bahkan membiarkan ponselnya tanpa bunyi selama berjam-jam.

Sekilas kebiasaan ini terlihat sederhana, tetapi dalam sudut pandang psikologi, pilihan tersebut sering kali berkaitan dengan karakter dan pola mental tertentu.

Mematikan suara ponsel bukan sekadar soal ingin tenang. Dalam banyak kasus, kebiasaan ini mencerminkan cara seseorang mengatur emosi, membangun batas sosial, hingga menjaga kesehatan mentalnya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh ciri yang sering dimiliki oleh orang yang terbiasa mematikan suara ponselnya menurut psikologi.

1. Mereka Cenderung Menghargai Ketenangan Mental

Orang yang sering mematikan suara ponsel biasanya memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap ketenangan pikiran. Mereka merasa bahwa terlalu banyak notifikasi dapat mengganggu fokus, memicu stres, dan membuat otak sulit beristirahat.

Dalam psikologi, kondisi ketika seseorang terus-menerus menerima gangguan digital disebut sebagai “continuous partial attention”, yaitu keadaan ketika perhatian selalu terpecah karena berbagai rangsangan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah lelah secara mental dan sulit berkonsentrasi.

Karena itulah, individu yang memilih mode senyap sering kali sadar bahwa kesehatan mental perlu dijaga dengan mengurangi kebisingan digital. Mereka tidak ingin hidupnya dikendalikan oleh bunyi notifikasi setiap menit.

Bagi mereka, ketenangan bukan berarti anti-sosial, melainkan cara untuk menjaga energi emosional agar tetap stabil.

2. Mereka Memiliki Batasan Pribadi yang Jelas

Psikologi modern menekankan pentingnya “personal boundaries” atau batas pribadi. Orang yang sering mematikan suara ponsel biasanya memahami bahwa tidak semua pesan harus langsung dibalas dan tidak semua orang berhak mengakses waktunya kapan saja.

Mereka cenderung mampu membedakan antara urusan penting dan hal yang sebenarnya bisa menunggu. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kontrol terhadap hidupnya sendiri.

Di tengah budaya yang menuntut respons cepat, kemampuan menetapkan batas menjadi tanda kedewasaan emosional. Orang seperti ini biasanya tidak mudah tertekan oleh ekspektasi sosial untuk selalu online.

Mereka memahami bahwa menjadi tersedia setiap saat dapat menguras energi psikologis. Karena itu, mode senyap menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga ruang pribadi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore