
seseorang yang masih membaca koran fisik. (Freepik/ImageFlow)
JawaPos.com - Di tengah derasnya arus digital dan notifikasi tanpa henti, kebiasaan membaca koran fisik mungkin terlihat kuno bagi sebagian orang.
Namun, dari sudut pandang psikologi, pilihan ini justru mencerminkan sejumlah kualitas mental dan emosional yang semakin langka di era modern.
Orang-orang yang masih setia membuka lembar demi lembar koran cetak sering kali memiliki karakteristik unik yang patut diperhatikan.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh kualitas langka yang sering dimiliki oleh mereka:
1. Kemampuan fokus yang tinggi
Membaca koran fisik membutuhkan perhatian penuh. Tidak ada notifikasi pop-up, iklan bergerak, atau tautan yang menggoda untuk diklik. Secara psikologis, ini melatih deep focus—kemampuan untuk berkonsentrasi dalam waktu lama. Orang yang terbiasa membaca koran cenderung memiliki daya fokus yang lebih kuat dibandingkan mereka yang terbiasa dengan konsumsi informasi digital yang terfragmentasi.
2. Kesabaran dan toleransi terhadap proses
Berbeda dengan aplikasi berita yang memberikan informasi secara instan, membaca koran mengajarkan seseorang untuk menikmati proses. Mereka harus membuka halaman, mencari rubrik, dan membaca secara berurutan. Ini menunjukkan tingkat kesabaran yang tinggi—sebuah kualitas yang semakin jarang di dunia serba cepat.
3. Kemampuan berpikir mendalam (deep thinking)
Koran biasanya menyajikan artikel yang lebih panjang dan analitis dibandingkan berita digital yang sering kali ringkas. Pembaca koran terbiasa mencerna informasi secara lebih mendalam, memahami konteks, dan melihat suatu isu dari berbagai sudut pandang. Ini berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis yang lebih matang.
4. Tidak mudah terpengaruh oleh distraksi digital
Dari perspektif psikologi kognitif, kemampuan untuk menghindari distraksi adalah tanda kontrol diri yang baik. Orang yang memilih koran fisik secara tidak langsung menunjukkan bahwa mereka mampu mengatur perhatian dan tidak bergantung pada stimulasi cepat dari layar digital.
5. Kecenderungan reflektif dan introspektif
Membaca koran sering kali dilakukan dalam suasana tenang—misalnya di pagi hari dengan secangkir kopi. Kebiasaan ini mendorong refleksi diri. Mereka tidak hanya membaca berita, tetapi juga memikirkan implikasinya terhadap kehidupan pribadi maupun masyarakat secara luas.
6. Apresiasi terhadap pengalaman sensorik

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
