Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 15.38 WIB

Orang-orang yang Tampak “Beruntung” dalam Hidup Seringkali Memiliki 8 Rutinitas di Balik Layar Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tampak selalu beruntung. (Freepik/odua) - Image

seseorang yang tampak selalu beruntung. (Freepik/odua)


JawaPos.com - Sering kali kita melihat seseorang yang hidupnya tampak “lancar”—karier berkembang, relasi sehat, peluang datang silih berganti.

Sekilas, mereka terlihat seperti orang yang sangat beruntung. Namun jika ditelusuri lebih dalam, psikologi menunjukkan bahwa “keberuntungan” tersebut jarang terjadi secara kebetulan. Di baliknya, ada pola pikir dan rutinitas yang konsisten dilakukan setiap hari.

Istilah keberuntungan dalam konteks ini lebih dekat dengan konsep prepared mind meets opportunity—ketika kesiapan mental bertemu dengan kesempatan. Artinya, orang-orang ini secara tidak sadar menciptakan kondisi yang membuat peluang lebih mudah datang dan dimanfaatkan.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan rutinitas tersembunyi yang sering dimiliki oleh orang-orang yang tampak beruntung:

1. Mereka Aktif Mencari Peluang, Bukan Menunggu

Secara psikologis, individu yang tampak beruntung cenderung memiliki locus of control internal—mereka percaya bahwa hidup mereka dipengaruhi oleh tindakan sendiri, bukan sekadar nasib.

Alih-alih menunggu kesempatan datang, mereka:

mencoba hal baru
memperluas jaringan
berani mengambil inisiatif

Akibatnya, mereka lebih sering “bertemu” peluang. Dari luar terlihat seperti keberuntungan, padahal itu hasil dari paparan yang lebih luas terhadap kemungkinan.

2. Mereka Terbuka terhadap Pengalaman Baru

Psikologi kepribadian menyebut sifat ini sebagai openness to experience. Orang dengan tingkat keterbukaan tinggi cenderung:

tidak takut mencoba hal asing
lebih fleksibel dalam berpikir
mudah beradaptasi

Sikap ini meningkatkan probabilitas menemukan hal-hal yang tak terduga—yang kemudian dianggap sebagai “keberuntungan”.

3. Mereka Memelihara Pola Pikir Positif (Tapi Realistis)

Bukan sekadar berpikir positif secara kosong, melainkan memiliki optimisme realistis. Mereka:

mengharapkan hasil baik
tetapi tetap siap menghadapi hambatan

Penelitian menunjukkan bahwa orang optimis lebih gigih, lebih tahan terhadap stres, dan lebih cepat bangkit dari kegagalan. Ini membuat mereka lebih sering berada di jalur yang akhirnya mengarah pada keberhasilan.

4. Mereka Mampu Mengelola Emosi dengan Baik

Regulasi emosi adalah kunci penting. Orang yang tampak beruntung biasanya:

tidak mudah panik saat menghadapi masalah
mampu berpikir jernih dalam tekanan
tidak larut dalam emosi negatif terlalu lama

Dengan emosi yang stabil, mereka bisa mengambil keputusan yang lebih tepat—dan keputusan inilah yang sering menentukan hasil jangka panjang.

5. Mereka Konsisten dengan Rutinitas Kecil

Keberuntungan sering kali adalah akumulasi dari kebiasaan kecil. Rutinitas seperti:

membaca setiap hari
menjaga kesehatan
mengatur waktu dengan baik
terus belajar keterampilan baru

Terlihat sederhana, tetapi dalam jangka panjang menciptakan keunggulan yang signifikan. Orang lain mungkin melihat hasil akhirnya sebagai “beruntung”, tanpa melihat proses konsisten di baliknya.

6. Mereka Pandai Membangun dan Menjaga Relasi

Dalam psikologi sosial, jaringan hubungan (social capital) sangat berpengaruh terhadap peluang hidup. Orang yang tampak beruntung biasanya:

ramah dan mudah bergaul
tulus dalam membantu orang lain
menjaga komunikasi dengan baik

Akibatnya, mereka lebih sering direkomendasikan, diajak kerja sama, atau diberi informasi penting. Lagi-lagi, ini terlihat seperti keberuntungan dari luar.

7. Mereka Melihat Kegagalan sebagai Informasi, Bukan Akhir

Alih-alih menganggap kegagalan sebagai nasib buruk, mereka melihatnya sebagai umpan balik. Pola pikir ini dikenal sebagai growth mindset.

Mereka bertanya:

“Apa yang bisa saya pelajari dari ini?”
“Apa yang bisa diperbaiki?”

Dengan pendekatan ini, setiap kegagalan justru meningkatkan peluang sukses berikutnya. Ini menciptakan efek domino yang akhirnya tampak seperti keberuntungan beruntun.

8. Mereka Berani Mengambil Risiko yang Terukur

Orang yang “beruntung” bukan berarti nekat, tetapi mereka:

mempertimbangkan risiko
lalu tetap berani bertindak

Banyak peluang besar datang dengan ketidakpastian. Mereka yang terlalu takut biasanya melewatkannya. Sebaliknya, mereka yang berani mencoba—meski tidak selalu berhasil—memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan hasil luar biasa.

Penutup: Keberuntungan Bisa Dibentuk

Dari sudut pandang psikologi, keberuntungan bukanlah sesuatu yang sepenuhnya acak. Ia sering kali merupakan hasil dari:

pola pikir
kebiasaan
cara seseorang merespons dunia

Orang-orang yang tampak beruntung sebenarnya sedang memainkan “permainan probabilitas” dengan cara yang cerdas—mereka meningkatkan peluang baik melalui tindakan kecil yang konsisten.

Kabar baiknya, rutinitas ini bukan bakat bawaan. Siapa pun bisa mulai membangunnya, sedikit demi sedikit. Dan seiring waktu, hidup yang dulu terasa biasa saja bisa mulai terlihat… lebih “beruntung”.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore