
seseorang yang tidak pernah merasa dicintai saat kecil. (Freepik/wavebreakmedia_micro)
JawaPos.com - Tidak semua luka terlihat jelas. Beberapa di antaranya tersembunyi dalam cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku sehari-hari. Salah satu pengalaman yang paling membentuk kepribadian adalah masa kecil—khususnya apakah seseorang merasa benar-benar dicintai atau tidak.
Menurut psikologi, anak yang tumbuh tanpa rasa dicintai yang cukup—baik karena kurangnya perhatian, kehangatan emosional, atau validasi—sering mengembangkan mekanisme bertahan hidup yang terbawa hingga dewasa. Mekanisme ini kadang terlihat sebagai “kebiasaan aneh”, padahal sebenarnya adalah cara mereka melindungi diri.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 kebiasaan yang sering muncul:
1. Sulit Mempercayai Orang Lain
Mereka cenderung selalu waspada. Bahkan ketika seseorang menunjukkan niat baik, ada suara kecil di dalam diri mereka yang berkata, “Hati-hati, ini bisa berakhir menyakitkan.”
Hal ini terjadi karena di masa kecil, orang yang seharusnya memberi rasa aman justru tidak melakukannya secara konsisten. Akibatnya, kepercayaan menjadi sesuatu yang mahal dan sulit diberikan.
2. Terlalu Mandiri (Hingga Menolak Bantuan)
Sekilas terlihat kuat dan mandiri, tapi sebenarnya ini adalah bentuk pertahanan. Mereka terbiasa mengandalkan diri sendiri sejak kecil, sehingga merasa tidak nyaman bergantung pada orang lain.
Bagi mereka, meminta bantuan terasa seperti kelemahan—atau bahkan berisiko ditolak.
3. Selalu Merasa “Tidak Cukup”
Walaupun sudah berusaha keras, ada perasaan dalam diri bahwa mereka belum cukup baik, belum cukup pintar, atau belum cukup layak untuk dicintai.
Ini sering berasal dari kurangnya validasi emosional di masa kecil, sehingga mereka tumbuh dengan standar internal yang sangat keras.
4. Sulit Menerima Pujian
Ketika dipuji, mereka cenderung menolak atau meremehkan pujian tersebut.
Contoh: “Ah, itu cuma kebetulan.”
Bukan karena rendah hati, tetapi karena mereka tidak benar-benar percaya bahwa mereka layak mendapatkan apresiasi.
5. Takut Ditinggalkan (Attachment Anxiety)
Mereka bisa sangat sensitif terhadap tanda-tanda penolakan, bahkan yang kecil sekalipun. Pesan yang tidak dibalas, perubahan nada suara, atau jarak emosional sedikit saja bisa memicu kecemasan besar.
Di baliknya ada ketakutan lama: “Orang akan pergi, seperti dulu.”
6. Terlalu Menyenangkan Orang Lain (People Pleasing)
Mereka sering berusaha keras untuk membuat orang lain bahagia, bahkan dengan mengorbankan diri sendiri.
Ini adalah strategi tidak sadar untuk “mendapatkan cinta” yang dulu terasa kurang:
“Kalau aku cukup baik, mungkin aku akan diterima.”
7. Kesulitan Mengenali Emosi Sendiri
Karena di masa kecil perasaan mereka mungkin diabaikan atau tidak divalidasi, mereka tumbuh tanpa pemahaman yang jelas tentang emosi sendiri.
Akibatnya, mereka bisa merasa “kosong” atau bingung dengan apa yang sebenarnya mereka rasakan.
8. Overthinking dalam Hubungan
Mereka cenderung menganalisis segala hal secara berlebihan:
“Kenapa dia bilang begitu?”
“Apakah dia marah?”
“Aku salah apa?”
Pikiran ini muncul karena mereka terbiasa mencari tanda-tanda bahaya untuk melindungi diri dari rasa sakit.
9. Sulit Merasa Dicintai, Bahkan Saat Dicintai
Ini mungkin yang paling menyakitkan.
Meski berada dalam hubungan yang sehat, mereka tetap merasa ada sesuatu yang kurang.
Bukan karena pasangannya tidak cukup mencintai, tetapi karena sistem emosional mereka belum terbiasa menerima cinta secara utuh.
Penutup: Ini Bukan Kesalahan Mereka
Penting untuk dipahami bahwa kebiasaan-kebiasaan ini bukanlah kelemahan, melainkan hasil adaptasi dari masa lalu. Mereka adalah bukti bahwa seseorang pernah berusaha bertahan dalam kondisi emosional yang tidak ideal.
Kabar baiknya, pola-pola ini bisa dipahami dan perlahan diubah. Dengan kesadaran, refleksi diri, dan—jika perlu—bantuan profesional, seseorang bisa belajar untuk:
mempercayai lagi,
menerima cinta,
dan yang paling penting: mencintai dirinya sendiri.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
