Aroma wewangian telah bertransformasi menjadi elemen krusial dalam gaya hidup masyarakat modern. (Istimewa)
JawaPos.com–Industri wewangian atau fragrance di Tanah Air kini melampaui fungsinya sebagai sekadar produk pelengkap. Aroma telah bertransformasi menjadi elemen krusial dalam gaya hidup masyarakat modern yang mengutamakan pengalaman sensori dan estetika ruang.
Tren ini ditangkap Eoudia, sebuah merek wewangian premium asal Surabaya, yang menawarkan rangkaian produk aroma ruangan dan tubuh dengan pendekatan personal. Nama Eoudia, yang diambil dari bahasa Yunani, memiliki arti harum sekaligus simbol keberhasilan.
Melalui produk-produknya, Eoudia berupaya memadukan standar kualitas internasional dengan karakteristik lokal Indonesia. Sales Purchasing Manager Eoudia Josephine Nyoman menjelaskan, pertumbuhan industri ini didorong kesadaran masyarakat akan pentingnya suasana atau ambience.
Di tengah derasnya arus media sosial, menurut dia, pengalaman visual kini harus bersanding selaras dengan pengalaman penciuman.
”Saat ini orang tidak hanya memperhatikan keindahan visual ruangan, namun aromanya. Ruangan tidak hanya dituntut terlihat indah secara estetis, tetapi juga harus memiliki karakter wangi yang kuat untuk memberikan kesan bagi tamu maupun klien,” kata Josephine.
Salah satu keunikan yang ditawarkan adalah layanan bespoke perfume experience. Di gerai mereka di Tunjungan Plaza 3, Surabaya, pelanggan tidak sekadar membeli produk jadi, namun dilibatkan dalam proses kreatif meracik parfum sesuai preferensi pribadi.
Beberapa varian dalam Signature Series yang menjadi favorit pasar antara lain Fressia, Orange Blossom, Shanghai, dan BurnFig. Sementara itu, Destination Series mencoba membawa ingatan pengguna pada ruang-ruang ikonik dunia melalui varian Jardin, Kyoto, dan Rue St Honore.
”Selain itu Eoudia juga aktif melakukan kolaborasi lintas industri kreatif untuk memperkuat narasi produknya. Terbaru, berkolaborasi dengan film How to Make Millions Before Grandma Dies,” ujar Josephine.
Melalui koleksi tersebut aroma diterjemahkan menjadi mesin waktu yang membangkitkan nostalgia masa kecil melalui varian Linen, Homebaked Goods, Compact Powder, dan Handwritten.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
