Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 November 2025 | 23.54 WIB

Psikolog Beberkan Penyebab Wanita Sukses Kesulitan Pertahankan Persahabatan: Bukan karena Sombong!

Tips  Bagi Wanita Karier untuk Memiliki Gaya Hidup Sehat./Pinkvilla - Image

Tips Bagi Wanita Karier untuk Memiliki Gaya Hidup Sehat./Pinkvilla

JawaPos.com - Banyak yang berpikir wanita sukses punya hidup sempurna, termasuk dalam urusan pertemanan. Namun, faktanya seringkali bertolak belakang.

Seorang psikolog klinis mengungkap fenomena mengejutkan: banyak wanita berprestasi dan sukses dalam karier justru kesulitan mempertahankan teman dekat. Kondisi ini makin umum terjadi pada mereka yang juga memikul beban ganda, seperti mengurus anak dan pekerjaan dengan tanggung jawab besar.

Lalu, apa alasan sebenarnya di balik kerenggangan pertemanan ini? Benarkah kesuksesan harus dibayar mahal dengan kesepian? Dikutip dari YourTango, Kamis (28/11), berikut 5 alasan utama yang dibeberkan oleh psikolog klinis mengenai mengapa wanita sukses seringkali kesulitan menjaga persahabatan mereka.

Jadwal Padat dan Waktu yang Benar-benar Terbatas

Inti masalahnya terletak pada waktu. Bagi wanita berprestasi, sehari terasa kurang untuk menampung semua tuntutan. Waktu harus dibagi antara karier menuntut, mengurus rumah tangga, hingga kebutuhan anak-anak.

Hampir setiap jam sudah dialokasikan. Bahkan, untuk urusan self-care seperti olahraga atau terapi, mereka harus mencuri-curi waktu. Kondisi ini membuat celah untuk bersosialisasi menjadi sangat kecil.

Menyisipkan waktu untuk bertemu teman sudah sulit, apalagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk obrolan santai yang menjadi fondasi persahabatan.

Dua perempuan dengan jadwal sesibuk ini tentu hampir mustahil menemukan waktu yang sama-sama kosong untuk sekadar telepon, apalagi bertemu langsung.

Kelelahan: Energi Fisik dan Mental Terkuras Habis

Memasuki usia 30-an, energi fisik wanita seringkali menurun, apalagi setelah melewati proses melahirkan dan mengurus anak. Kondisi ini diperparah dengan risiko kelelahan mental yang berujung depresi.

Rasa capek yang muncul bukan hanya letih fisik, tetapi juga mental. Ketika malam tiba, tubuh dan pikiran hanya ingin istirahat. Ini otomatis mengurangi peluang untuk bersosialisasi.

Wanita berprestasi harus pintar menghemat energi demi menyelesaikan tugas yang tak ada habisnya: kerja tambahan, email larut malam, atau pekerjaan rumah. Akibatnya, hubungan pertemanan seringkali terpaksa tidak mendapatkan porsi perhatian yang cukup.


Perubahan Prioritas Hidup: Keluarga jadi Nomor Satu

Ini adalah dilema besar yang dihadapi banyak wanita karier sukses. Mereka sebenarnya ingin punya lebih banyak teman, namun begitu ada waktu luang, mereka memilih menghabiskannya untuk anak dan pasangan.

Mereka sangat terampil dalam manajemen waktu dan energi. Jika harus mengorbankan waktu keluarga demi berkumpul dengan teman, banyak yang akhirnya memilih tetap bersama anak.

Di usia ini, anak-anak masih senang menghabiskan waktu dengan orang tua. Sebagian perempuan sadar bahwa fase ini tidak akan berlangsung lama, karena begitu anak memasuki masa remaja, waktu berkualitas bersama orang tua biasanya makin sedikit. Alasan inilah yang membuat waktu bersama teman menjadi salah satu hal yang paling mudah dikorbankan.


Stres Menumpuk, Interaksi Sosial jadi Beban Baru

Stres dan kelelahan mental membuat percakapan panjang terasa menguras energi. Wanita berprestasi cenderung ingin menyingkat semua obrolan agar efisien. Padahal, obrolan mendalam adalah fondasi utama sebuah persahabatan.

Lama-lama, interaksi sosial terasa seperti beban tambahan, bukan hiburan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore