Muffest+ 2025. (IST)
JawaPos.com - Indonesia sejak kepemimpinan awal Presiden RI ke-7 Joko Widodo sudah menargetkan visi besar untuk menjadi pusat modest fashion dunia di tahun 2024-2025. Namun, hal itu masih belum tercapai meskipun sejumlah langkah sudah menuju arah tersebut.
Sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, sebenarnya posisi modest fashion alias gaya busana sopan tertutup dituntut banyak secara konsumennya. Masih ada beberapa pekerjaan rumah untuk mencapai Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.
Ketua Nasional Indonesia Fashion Chamber (IFC) Lenny Agustin mengatakan, pemerintah maupun pelaku industri mode harus bergandengan tangan untuk mewujudkan visi besar tersebut. Salah satunya tidak terpaku pada event pendek seperti fashion show.
"Tetapi juga program jangka panjang, yaitu: pemerintah perlu memperbaiki Infrastruktur regulasi, logistik, dan biaya pengiriman ekspor yang masih menjadi hambatan bagi pelaku industri," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (15/10).
Dengan kondisi saat ini, Lenny menyebut bahwa regulasi ekspor tidak terlalu menguntungkan bagi produsen atau industri modest fashion untuk berproduksi dalam skala besar dan terjangkau.
"Pelaku industri banyak yang belum mampu melakukan produksi skala besar. Banyak brand masih berproduksi dalam skala kecil, custom, atau semi handmade, sehingga terkendala dalam efisiensi dan skala," tuturnya.
Padahal, demi mewujudkan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia, Lenny menjelaskan bahwa industri fashion lokal mesti menjadi pusat inspirasi, belanja hingga tersenggalaranya event besar di sana.
"Saat ini kita/Indonesia telah diakui sebagai produsen dan pelaku industri modest fashion global yang patut diperhitungkan. Terbukti, berdasarkan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025 oleh Dinar Standard, Indonesia menempati peringkat pertama dunia, dalam sektor modest fashion," paparnya.
Oleh karena itu, Lenny berharap seluruh stakeholder terkait terus meningkatkan perhatian terhadap modest fashion di Indonesia. Termasuk soal kreativitas, budaya, dan teknik produksi yang sesungguhnya bisa jadi kekuatan utama.
"Saat ini Indonesia belum sepenuhnya dapat bersaing dengan produk internasional. Banyak pemain di Eropa, Timur Tengah, AS, yang sudah menggabungkan modest fashion ke dalam koleksi mereka dan posisinya menjadi trend," ucapnya.
"Namun, brand Indonesia belum banyak yang menjadi 'referensi global' di segmen internasional tersebut. Sehingga PR Indonesia masih banyak dan memerlukan kerja sama yang solid dari seluruh pemangku industri ini," tandas Lenny.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022