Ilustrasi pola makan yang diatur dalam metode intermittent fasting (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Intermittent fasting atau puasa intermiten adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan berpuasa secara bergantian dalam periode tertentu. Berbeda dengan diet yang membatasi jenis makanan, intermittent fasting lebih menekankan pada kapan seseorang makan, bukan apa yang dimakan.
Tujuan utama dari metode ini adalah untuk memberikan waktu bagi tubuh agar dapat beristirahat dari proses pencernaan, sehingga metabolisme dapat bekerja lebih efisien. Selain itu, metode ini juga menawarkan beragam manfaat bagi kesehatan, seperti membantu menurunkan berat badan, mengurangi kadar kolesterol jahat, serta menstabilkan tekanan darah.
Pilihan Metode Intermittent Fasting
Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa metode intermittent fasting yang populer antara lain adalah metode 16/8. Pada metode ini seseorang diharuskan untuk puasa 16 jam dan makan dalam kurun waktu 8 jam.
Berikutnya, ada metode 5:2 yaitu ketika seseorang diperbolehkan makan normal selama lima hari. Namun, membatasi asupan kalori sekitar 500-600 kkal selama dua hari dalam seminggu.
Terakhir ada metode eat-stop-eat, metode ini dilakukan dengan berpuasa selama 24 jam penuh sebanyak satu hingga dua hari dalam seminggu. Cara ini cukup berat dan umumnya kurang disarankan bagi pemula.
Panduan Intermittent Fasting bagi Pemula
Sebelum memulai, sebaiknya pahami terlebih dahulu langkah-langkah dasarnya agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan. Tanpa persiapan yang benar, metode ini justru bisa menyebabkan tubuh terasa lemas.
Dikutip dari Alodokter, berikut panduan menjalani intermittent fasting bagi pemula agar dapat dilakukan dengan aman dan memberikan hasil yang optimal.
1. Pilih Metode Intermittent Fasting yang Sesuai
Bagi pemula, disarankan memulai intermittent fasting dengan pola yang ringan dan mudah diikuti seperti metode fleksibel 12/12. Pada metode ini, kamu akan berpuasa selama 12 jam dan menggunakan 12 jam sisanya untuk makan.
Pola ini lebih mudah serta membantu tubuh menyesuaikan diri tanpa merasa terlalu lapar atau lemas. Setelah terbiasa, kamu dapat beralih ke metode yang sebenarnya yaitu metode 16/8.
2. Perhatikan Asupan Cairan untuk Tubuh
Saat menjalani intermittent fasting, kamu tetap boleh mengonsumsi minuman tanpa kalori seperti air putih, teh tanpa pemanis atau kopi tanpa gula. Menjaga asupan cairan sangat penting agar tubuh tidak mudah lelah atau pusing selama menjalani proses ini.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
