
Pameran Warisan Jiwa berlangsung Sabtu (25/10/2025) hingga Selasa (28/10/2025) di Ciputra Artpreneur, Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah maraknya tren seni digital berbasis AI, sekelompok anak muda justru memilih kembali ke akar dengan memperkenalkan kekayaan seni lukis tradisional melalui pameran bertajuk Warisan Jiwa.
Bertempat di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pameran ini menampilkan 110 karya lukis bernilai total sekitar Rp 2,5 miliar sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi sambil berbuat sosial.
Digagas oleh Yayasan Cahaya Cita bersama Natalie Airlangga Hartarto, Warisan Jiwa bukan sekadar pameran, tetapi juga gerakan solidaritas dari generasi Z.
Hasil penjualan karya seni dalam acara ini sebagian besar akan disumbangkan untuk membangun klinik kesehatan gratis di Cengkareng, Tangerang. Hingga hari pembukaan, beberapa lukisan sudah terjual dengan nilai mencapai Rp 200 juta.
“Lewat pameran ini, kami ingin memperkenalkan kembali budaya dan warisan Indonesia kepada anak muda tanpa campur tangan AI. Seni punya kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang manusia,” ujar Natalie Airlangga Hartarto, pendiri Yayasan Cahaya Cita, Sabtu (25/10).
Putri Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ini menjelaskan, tidak ada batasan usia bagi para pelukis yang ingin berpartisipasi. Beberapa di antaranya bahkan masih berusia 15 tahun.
Menurutnya, keberagaman usia dan gaya lukisan menjadi cermin semangat inklusif yang ingin ditonjolkan Warisan Jiwa.
Natalie menambahkan, hasil penjualan karya akan digunakan untuk membangun klinik dengan berbagai fasilitas seperti sunatan massal, operasi katarak, dan perawatan bibir sumbing.
“Kami ingin karya seni ini punya makna nyata tidak hanya indah dipandang, tapi juga menyembuhkan,” ujarnya.
Pendiri Cahaya Cita lainnya, Barindra Surjaudaja, menegaskan bahwa gerakan ini juga menjadi ruang apresiasi bagi para seniman lokal. Banyak pelukis di Indonesia yang memiliki karya luar biasa namun belum mendapatkan ruang untuk dikenal publik.
“Pameran seperti ini membantu mereka mendapat eksposur yang layak,” kata Bari.
Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, Rina Ciputra, yang turut membuka acara tersebut, menyambut positif semangat muda ini. Ia bahkan memperpanjang masa pameran hingga 28 Oktober 2025 agar lebih banyak pengunjung dapat menikmati karya yang dipajang.
“Saya terharu melihat anak muda membawa semangat sosial lewat seni. Inilah cita-cita ayah saya, almarhum Pak Ciputra agar tempat ini menjadi rumah bagi seniman Indonesia,” tutur Rina.
Ia berharap Warisan Jiwa menjadi inspirasi lahirnya lebih banyak gerakan seni yang membawa dampak sosial positif di masa depan.
Pameran Warisan Jiwa akan berlangsung hingga Selasa (28/10/2025) di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Sebuah langkah nyata dari generasi Z yang memilih melestarikan jiwa seni manusia bukan menggantinya dengan algoritma.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
